IMG-20160601-WA0005-1024x576Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Aceh (Dewan Dakwah Aceh) Priode 2015-2020 dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat, Drs Mohammad Siddik, MA. Dalam acara pelantikan yang dilaksanakan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (31/5) malam itu juga dihadiri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, unsur Forkopimda, jajaran SKPA, Ormas Islam, OKP, Partai Politik, Wakil Walikota Banda Aceh, insan pers, serta undangan lainnya.
 
Sebelum dilantik, Dwi Budiman Assiroji, M.PdI selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi Dewan Dakwat Pusat membacakan SK. Pengurus Dewan Da’wah Aceh yang akan dilantik untuk periode empat tahun ke depan adalah hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Dewan Da’wah Aceh yang dilaksanakan 12-13 Desember 2015 lalu di Aula Kantor Mahkamah Syar’iyyah Aceh dan di LPTQ Dinas Syariat Islam Aceh.
 
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, bahwa setelah 16 tahun berlalu sejak Syariat Islam diberlakukan di Aceh telah banyak capai-capaian yang sudah diraih. Meskipun tidak terlepas dari berbagai tantangan yang menghadang. Upaya penguatan Syariat Islam akan terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Namun sebagaimana dipahami bersama, upaya ini tentu tidak bisa dijalankan sendiri oleh Pemerintah
 
“Diperlukan keterlibatan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan da’i yang tergabung dalam Dewan Da’wah Aceh,”kata Zaini.
 
Menurutnya Dewan Dakwah Aceh yang telah sejak lama berkiprah dalam dunia dakwah dan pembinaan ummat, tentu semakin diharapkan kiprah dan perannya dalam penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.
 
“Pemerintah Aceh memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dewan Dakwah Aceh atas kiprahnya dalam memajukan dakwah di Aceh selama ini,” sambung Zaini.
 
Pemeritah Aceh lanjut Zaini juga mengharapkan kepada Dewan Dakwah Aceh dan Organisasi Islam lainnya untuk dapat terus bersinergi dan bersama-sama menyatukan kekuatan guna mewujudkan Aceh yang baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
 
Sementara Ketua Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengatakan saat ini Dewan Dakwah Aceh sedang fokus untuk pembinaan muallaf di daerah perbatasan Aceh. Dikarenakan para muallaf tersebut masih sangat minim dalam memahami keislaman.
 
“Sudah 5 tahun, Dewan Dakwah Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal Aceh melakukan pembinaan dan pendampingan muallaf yang berasal dari Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang. Kepada mareka diajarkan tentang aqidah dan ibadah praktis, khususnya tata cara wudhuk dan shalat menurut tuntunan sunnah. Juga tata cara membaca Al-Quran secara baik dan benar sehingga mampu membaca Al-Quran menurut aturan ilmu tajwid. Apa yang telah dilakukan oleh Baitul Mal Aceh ini perlu di apresiasi dan kita berharap supaya program tersebut akan terus ada di tahun-tahun berikutnya”jelas Tgk Hasanuddin.
 
Tgk Hasanuddin juga berharap kepada Pemerintah Aceh untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah yang nantinya akan diperuntukan khusus kepada mahasiswa Aceh. Kepada mareka akan dibekali ilmu syariah, aqidah dan akhlaq serta penguasaan bahasa arab dan bahasa inggris. Alumnus dari sekolah tinggi ini nantinya dapat ditempatkan di gampong-gampong untuk mengawal pelaksanaan Syariat Islam sekaligus memberikan TOT kepada perangkat gampong.
 
Sementara Ketua Umum Dewan Dakwah Pusat Drs Mohammad Siddiq MA dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Dewan Dakwah Pusat juga telah mendirikan Akademi Dakwah Indonesia (ADI). Saat ini sudah terbentuk di 8 Provinsi termasuk di Aceh. ADI Aceh sendiri sudah memiliki 29 mahasiswa. Setelah 2 tahun kuliah di ADI, para mahsiswa ini akan melanjutkan kuliah Strata I di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Moh. Natsir di Jakarta, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan semua biayanya gratis atau ditanggung Dewan Dakwah.
 
Gubernur Lepas Kafilah Da’wah ADI Aceh
Pada kesempatan tersebut Gubernur Aceh juga melepas kafilah dakwah Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh yang ditandai dengan pengalungan kain ridak (surban) secara simbolis kepada salah seorang dari mahasiswa ADI. Selama bulan ramadhan nanti para kafilah dakwah ADI Aceh ini akan dikirim ke daerah perbatasan Aceh yaitu Subulussalam, Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang dan Simeulue.
 
“di daerah tersebut mareka akan mengabdi kepada masyarakat setempat. Ini merupakan suatu keharusan yang harus diemban oleh mahasiswa ADI. Mareka akan menghidupkan malam ramadhan di daerah tersebut sebagai penceramah, imam shalat tarawih, tadarrus al-quran dan pengajian di TPA,” ujar Ketua Dewan Dakwah Aceh Tgk Hasanuddin Yusuf Adan
 
Gubernur Bantu 100 Juta
Pelantikan Dewan Dakwah Aceh juga dirangkai dengan penyampaian tausiyah spiritual oleh Tokoh Nasional yang juga Ketua Umum Dewan Da’wah Pusat Periode 2010-2015, Ustadz Syuhada Bahri, Lc dihadapan Gubernur Aceh dan para undangan lainya.
 
Ia menguraikan lika liku yang dihadapi dalam berdakwah, baik secara materi, dana dan lain sebagainya. Kesulitan tersebut akan dapat diatasi jika sesama muslim mau saling bahu membahi. Oleh karena itu ia mengajak para tamu undangan lainnya untuk membantu Dewan Dakwah Aceh dengan melakukan waqaf tunai. Saat ini Dewan Dakwah Aceh sedang melakukan pelebaran halaman mesjid dan pembangunan gedung pelatihan kader dakwah di Markaz Dewan Dakwah Aceh, Gampong Rumpet Kec. Krueng Barona Jaya, Kab. Aceh Besar.
 
Usai mendengar tausiyah tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah langsung menyampaikan untuk membantu Rp.100 juta. Langkah Gubernur Aceh ini juga diikuti oleh para tamu dan undangan lainya. Sehingga pada malam itu terkumpul dana Rp.209.213.000
Rep : Muttaqin/Murdani Tijue/Dewan Dakwah Aceh