asap-riauSekitar 100 warga memenuhi Masjid Nurul Amal di Desa Kulim, Tenayan Raya, pinggiran Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/10) malam. Mereka mengikuti penyuluhan tentang penanggulangan dampak bencana asap yang disampaikan Dewan Dakwah.
Ustadz Taslim Prawira dari Dewan Dakwah Riau mengatakan, musibah asap berpekan-pekan yang melanda Sumatera bisa dimaknai sebagai ujian, cobaan, maupun peringatan.
“Agar kita bersabar dan bermuhasabah,” kata koordinator dai pedalaman Riau ini.
Sedang Nurbowo dari LAZIS Dewan Dakwah Pusat menuturkan pengalamannya menyertai Tim Medis penanggulangan korban asap di Muaro Jambi dan Padang sebelum ke Pakanbaru.
Kebanyakan pasien terkena infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), darah tinggi, mual, muntah, dan gatal-gatal.
Darah tinggi disebabkan stress, yang juga memicu nyeri ulu hati.
Untuk itu, selain banyak berdoa dan istighfar, juga tetap menghindari paparan asap. Kalaupun harus keluar rumah, kenakan masker yang tepat.
Di akhir acara, Dewan Dakwah menyerahkan masker secara simbolis. Lima santri TPQ maju untuk diajari Ustadz Taslim memakai masker standar dengan benar.