Kedokteran Islami atau Pengobatan ala Rasulullah beberapa tahun belakangan ini ramai dibincangkan ditambah dengan maraknya kios dan toko obat herbal.

Pengobatan ini sebenarnya lebih condong kepada metode tradisional danbat herbal, yaitu diambil dari racikan alami, seperti dedaunan, biji-bijian, zat cair baik yg dihasilkan dari alam atau hewan dan lain-lain.

Dalam dunia medis Islam sudah memulainya ratusan lain sebelumlahirnya alat-alat medis dan teori-teori pengobatan kimiawi seperti yang ramai dibicarakan.

Literatur-literatur pengobatan Islam yang tersebar di banyak tempat membuktikan bahwa Islam telah maju dengan ilmu pengobatannya.

Penulisan buku-buku di bidang kedokteran

Al kutubul asasiyyah (literatur pokok) seperti kitab Al manshuri karangan Ar Razi dan kitab Kamilus Sina’ah karya Ali bin Abbas.

Al Kutubul Al Mufashsholah, seperti al Hawi, kqrya Razi, Al Qanun karya Ibnu Sina dan at Tashrif karya zahrawi.

Buku-buku khusus dengan alat-alat tertentu seperti buku-buku tentang penyakit mata, serta buku-buku tentang penyakit yang menimpa anak-anak dan juga tentang penyakit pencernaan.

Risalah tentang berbagai penyakit dan kondisi khusus penyakit-penyakit tersebut diantara buku-buku tersebut yang terkenal adalah Risalatul Hisbah wal Judra karya Ar Razi, Rasail fil humyat dan Rasail din Nabdh.

Kutubul Adawiyah (buku-buku pengobatan) salah satu buku yang terkenal adalah buku karangan Ibnu Baithar.

Penjelasan buku-buku ringkas (syarh kutubul mukhtasharah). banyak sekali buku yang merupakan uraian atau penjelasan atas buku-buku yang ditulis secara ringkas atas uraian mengenai bagian dari sebuah buku seperti buku yang dikarang oleh Ibnu Nafis dalam memberi penjelasan atau bagian khusus tentang at Tasyrih (anatomi) dari buku Al Qanun karya Ibnu Sina

Pindahnya ilmu kedokteran Arab ke Eropa

Pengaruh ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu Islam pada abad renaisans (kebangkitan) merupakan lanjutan dari pengaruh perkembangan ilmu-ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu Islam pada abad pertengahan. Namun, perkembangan ilmu pada abad perkembangan lebih besar dan lebih luas lagi, karena peran percetakan yang sangat menjamur sekitar tahun 1450 M, sehingga buku-buku sangat mudah dicari.

Selain itu, beberapa ulama pada abad renaisans memiliki semangat tinggi untuk mempermudah masuknya berbagai macam bukuilmu pengetahuan ke Andalus (Spanyol) sekitar 1150 M. selanjutnya buku-buku tersebut berpindah ke Perancis, lalu masuk ke Italia pada tahun 1270 M melalui perantara orang0orang Muslim Cicilia.

Bias dikatakan, bahwa pertengahan abad ke-15 (1450 M) merupakan awal dari abad renaisans (kebangkitan kembali) Eropa. Ilmu pengetahuan, kesustraan, kesenian, arsitektur dan politik pun berkembang pesat. Bagi Eropa, abad renaisans merupakan masa perpindahan (transisi) antara abad pertengahan menuju ke abad modern.

Dalam periode ini, terjadi dua peristiwa besar dalam catatan sejarah Islam. Pertama, penaklukan Istanbul (Turki) pada tahun 1453 M oleh Sultan Muhammad Al Fatih dan jatuhnya pemerintahan Byzantine. Peristiwa tersebut diikuti dengan banyaknya para ulama yang hijrah ke Eropa. Selain itu, jatuhnya pemerintahan Byzantine memberikan dampak yang sangat besar bagi Eropa Barat.

Kedua, kembalinya Spanyol seiring dengan jatuhnya Granada yang merupakan ibu kota terakhir pemerintahan Islam di Andalusia Spanyol. Spanyol menjadi pemerintahan Islam di Andalusia Spanyol. Spanyol menjadi satu kesatuan dengan bersatunya pemerintahan Crowns of Castile dengan Arragon pada tahun 1492 M. kejadian ini dibarengi dengan hijrahnya para ulama muslim ke Prancis dan wilayah Utara Afrika.

Ed: Kanzen

Sumber: Shubhi Sulaiman | Kontribusi Islam terhadap Ilmu Pengobatan | Penerbit: Thibbia | 2011