Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebagai salah satu lembaga yang peduli terhadap concern dalam mengamati masalah politik nasional, berkewajiban mengeluarkan Pernyataan dan Himbauan serta Maklumat mengenai Pemilu 2014. Ini dipandang penting untuk diketahui umat Islam agar jangan salah dalam memilih para calon legislatif dan partai yang akan memperjuangkan aspirasi ummat Islam di Parlemen.

 

Pernyataan dan Himbauan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi ummat Islam didalam memilih para calon wakil rakyat yang kelak akan duduk di Parlemen. Selengkapnya pernyataan tersebut  :

 

PERNYATAAN DAN HIMBAUAN

DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH INDONESIA

TENTANG

PEMILIHAN UMUM 2014

 

I. Mukaddimah

 

Pemilihan Umum Legislatif tanggal 9 April 2014 serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 di Indonesia, insya Allah tidak lama lagi akan dilaksanakan.

 

Apapun yang akan terjadi, bagi bangsa Indonesia ini merupakan ujian, dalam rangka menuju kematangan sebagai bangsa di tengah-tengah pergaulan nasional dan internasional. Adapun kepastian serta hasilnya, berada di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

 

Bangsa Indonesia telah mengalami ujian dan cobaan, sejak perjuangan kemerdekaan. Sampai saat ini bangsa Indonesia terus berusaha mengembangkan diri sebagai bangsa yang tahan uji, bermartabat, santun, penuh hikmah kebijaksanaan, menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

 

Mengingat pula situasi nasional dan internasional saat ini, belum menunjukkan kecenderungan kearah keamanan, perdamaian, keadilan dan kehidupan yang kondusif untuk seluruh bangsa-bangsa, maka kehadiran bangsa Indonesia untuk memberikan contoh dan teladan yang baik, sungguh sangat diharapkan.

 

Dalam situasi dan kondisi tersebut di atas, maka sebagai bagian yang tak terpisahkan dari bangsa Indonesia, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia berkewajiban untuk memberikan Pernyataan dan Himbauan sebagai berikut :

 

II. Pernyataan

 

1. Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden bagian dari wasilah da’wah sebagai upaya menegakkan imamah (kepemimpinan) dan imarah (pemerintahan) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat. Ikut serta dalam Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden adalah hak warga negara untuk memilih pemimpin yang ideal sesuai petunjuk dan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, serta perundang-undangan yang berlaku;

 

2. Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 adalah peristiwa besar bagi bangsa Indonesia, yang mengeluarkan energi dan biaya yang tidak sedikit. Karenanya harus disikapi secara arif dan bijaksana oleh segenap bangsa Indonesia dengan berperan aktif dalam pelaksanaannya, sebagai sarana menuju kehidupan yang lebih baik, di dunia dan di akhirat.

 

III. Himbauan

1. Hendaknya segenap bangsa Indonesia terutama kaum muslimin selalu mendekatkan diri kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala, untuk mengharapkan berkah dan rahmat-Nya, sehingga bangsa ini terhindar dari bencana dan keterpurukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-A’raf : 96);

 

2. Hendaknya segenap bangsa Indonesia terutama ummat Islam menjaga kesatuan dan persatuan ummat untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menghindari perpecahan yang akan menjurus kepada disintegrasi bangsa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu)kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran : 103);

 

3. Segenap bangsa Indonesia diharap menjaga hati, ucapan, dan perbuatan; Jangan sampai menimbulkan hal-hal yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan yang lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurāt : 11);

 

4. Khususnya kepada kaum muslimin Indonesia, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menghimbau supaya menggunakan hak pilihnya dan memilih wakil rakyat untuk DPR RI (DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota), dan DPD serta memilih Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai kriteria sesuai dengan ajaran Islam, yaitu :

– Muslim yang amanah yaitu : kuat/mampu dan terpercaya;

– Muslim yang shiddiq yaitu : jujur, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia dan tampil menjadi negarawan yang bersih;

– Muslim yang fathanah yaitu : cerdas, tegas dan adil;

– Muslim yang terampil melaksanakan tabligh yaitu : komunikatif, aspiratif, reformis, dan profesional;

– Muslim yang sehat jasmani dan rohani, memiliki keberpihakan kepada mustadh’afin (orang yang lemah), komitmen untuk membela dan menegakkan Syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari; Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (Al-Qashash : 26).

 

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.” (Yusuf : 55)

 

Pesan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam kepada Abu Dzar Al-Ghiffari Radhiyallahu ‘Anhu, tentang jabatan kepemimpinan harus diperoleh secara benar dan tepat : Abu Dzar RA dia berkata, saya berkata : “Wahai Rasulullah, tidakkah anda menjadikan aku sebagai pejabat?” Kemudian Nabi menepuk bahuku dengan tangan beliau, seraya bersabda : “Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan), padahal jabatan merupakan amanah; pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa saja yang mengambilnya dengan benar dan melaksanakan tugas dengan jujur.” (HR. Shahih Muslim no : 1825-1816);

 

Pesan Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam tentang Ruwaibidhah, yaitu ketika manusia mengahadapi zaman tipu-menipu: Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Akan datang atas manusia tahun-tahun penuh tipuan; Pada masa itu para pembohong akan dikatakan sebagai orang jujur, sebaliknya orang jujur dikatakan pembohong; Para pengkhianat dipandang amanah, sementara yang amanah dipandang sebagai pengkhianat; Di zaman itu para Ruwaibidhah turut bicara.” Nabi ditanya, “Apakah Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab : “Orang-orang bodoh yang mengurusi soal-soal kemasyarakatan.” (HR. Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dan Imam Malik dari dua jalan, Abu Hurairah dan Anas bin Malik. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami’ no : 3650);

 

5. Kepada Lembaga-lembaga Negara yang langsung atau tidak langsung bertanggungjawab atas penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, dihimbau agar dapat menyelenggarakannya secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan efisien, serta berlangsung dengan aman, damai, dan bermartabat;

 

6. Menyerukan kepada semua calon-calon Anggota Legislatif dan calon-calon Presiden dan Wakil Presiden agar penyampaian Visi dan Misi Politik tidak dijadikan alat untuk mengelabui rakyat pemilih, menjauhi prasangka, saling menghujat dan memojokkan;

 

7. Kepada Partai Politik peserta Pemilihan Umum, dan Partai atau Koalisi Partai yang mencalonkan calon Presiden dan Wakil Presiden, agar melaksanakan kampanye yang jujur, adil, tidak menggunakan politik uang, serangan fajar, dan tidak terjebak pada politik menghalalkan segala cara;

 

8. Kepada masyarakat pemilih, agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan menggunakan akal sehat;

 

9. Kepada Media, baik Cetak, Elektronik, maupun Media Sosial agar menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyiaran yang netral, objektif, dan proporsional;

 

10. Menganjurkan agar semua komponen bangsa bersikap dewasa, lapang dada, dan menahan diri dari tindakan-tindakan anarkis.

 

IV. Penutup dan Do’a

 

Akhirnya kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala :  (Ya Allah, persatukanlah hati kami, perbaikilah hubungan antara kami; Tunjukkanlah kepada kami jalan-jalan keselamatan; Jauhkanlah dari kami segala hal yang keji baik yang lahir maupun yang bathin; Dan berkatilah kami dalam pendengaran dan penglihatan kami; Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang).

 

Jakarta, 18  Rabi’ul Akhir 1435 H/18 Februari 2014 M

 

Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

 

ttd

Prof. Dr. Ir. H. A.M. Saefuddin

Ketua

 

Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

 

ttd

H. Syuhada Bahri

Ketua umum

 

ttd

Drs. H. Amlir Syaifa Yasin, MA

Sekretaris Umum