Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) adalah gerakan kesesatan yang menodai Islam berikut agama lainnya. Gerakan tersebut sangat meresahkan masyarakat terutama bagi Muslim yang masih awam terhadap gerakan ini.

Sebenarnya GAFATAR adalah representasi gerakan sesat silam yaitu Al Qiyadah Al Islamiyah didirikan oleh Ahmad Mossadek yang pada Oktober 2007 oleh MUI dinyatakan sebagai gerakan sesat, dan pada tahun 2008 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan hukuman penjara kepada Ahmad Mossadek selama empat tahun.

Jauh sebelum itu semua Ahmad Mossadek merupakan tokoh penting NII KW9 yang di antara cita-citanya adalah mendirikan Negara Kesatuan Tuhan Semesta Alam di Indonesia dengan menggabungkan ajaran Yahudi, Nasrani dan Islam.

Dalam silaturrahim Majelis Ormas Islam (MOI) dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di ruang rapat Gedung Menara Dakwah DDII, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat pada hari Jum’at (15/1/2016) menyatakan tidak sepaham dengan gerakan dan penyebaran GAFATAR.

Kemudian Sadeli Karim, Lc selaku ketua menegaskan sikap MOI terhadap GAFATAR. Pertama, agar pemerintah melarang organisasi berikut jajaran Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) ini di seluruh wilayah Indonesia.

Kedua, menghimbau kepada para pengikutnya dan orang-orang yang secara sadar atau tidak sadar masuk ke dalam organisasi ini untuk kembali kepada jalan yang benar.

Ketiga, menghimbau kepada umat Islam untuk lebih hati-hati, teliti dan slektif terhadap ajakan bergabung ke dalam kelompok atau organisasi-oraganisasi  apapun yang tidak jelas identitasnya, apalagi membawa nama agama.

Keempat, meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan kelompok-kelompok ini karena sudah termasuk penistaan/penodaan agama.

Kelima, meminta kepada pemerintah untuk menghukum para pendiri GAFATAR beserta segenap pengikut setianya untuk dihukum seberat mungkin.

Langkah selanjutnya MOI akan merundingkan hal ini dengan Ormas Islam lainnya.