Dalam rangka kunjungan memenuhi permintaan dari Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh untuk menjadi pembicara tentang Buku yang ditulisnya, Dr. Ahmad Azzam bin Abdul Rahman, Presiden Persatuan Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH) juga menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dengan Pengurus Dewan Da’wah Aceh dan mengisi kuliah umum (public talk) untuk Mahasiswa Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Aceh, Rabu (19/10) di Markaz Dewan Da’wah Aceh Gampong Rumpet Krueng Barona Jaya Aceh Besar.

Cek Ahmad Azzam menyatakan bahwa Angkatan Belia Islam Malaysia, di mana dia pernah menjadi presdiennya, memiliki hubungan emosional yang erat dengan Dewan Da’wah, makanya ketika rakan-rakan KWPSI Aceh menjemput saya untuk menjadi pembicara di Aceh, saya minta diberitahukan kepada pengurus Dewan Da’wah Aceh, demikian ungkap Cek Azzam yang datang bersama isterinya.

Dalam pertemuan dengan Mahasiswa ADI, dia banyak memotivasi mahasiswa ADI agar bersemangat dalam menuntut Ilmu dan meyakini bahwa pertolongan Allah suatu saat akan datang kalau kita betul-betul ikhlas memperjuangkan agama Allah.

Jangan lemah semangat dengan fasilitas yang ada seperti ini, dulu pun semasa habis tsunami, di mana saya minggu kedua sudah ada di Aceh, belum ada lagi mesjid Dewan Da’wah Aceh dan komplek seperti ini. Tetapi  karena optimisme, kerja keras dan keikhlasan pengurus bekerja, akhirnya melalui para donatur dan muhsinin Allah Swt bantu sehingga sudah memiliki fasilitas seperti sekarang. Makanya, tugas kita da’i adalah memperjuangkan agama Allah, berkaitan dengan hasil bukan urusan kita. Boleh jadi dapat kita nikmati atau akan dinikmati oleh anak cucu kita, papar tokoh NGO Malaysia yang menulis buku Erdogan Bukan Pejuang Islam?

Diakhir pertemuan Cek Ahmad Azzam menghadiahkan buku karanganya kepada Dewan Da’wah Aceh sebagai bahan kajian bagi mahasiswa ADI, sembari berpesan ke depan mesti ada alumni ADI yang belajar ke Turki agar semangat Erdogan dan hubungan sejarah antara Aceh dengan Turki di masa silam dapat di update kembali, insya Allah.[said azhar]