Kekayaan oleh sebagian orang menjadi kebanggan tersendiri sehingga tak heran jika apa yang dimilikinya sedang orang lain tidak, dijadikan barang pamer dalam rangka mendapat pengakuan dan pujian orang lain. Kejadian serupa dapat terjadi pula pada hal-hal lain seperti, pangkat pekerjaan, pasangan yang rupawan dan lain-lain.

Ternyata sifat mengumbar hal-hal duniawi baik yang yang besar maupun kecil oleh Islam dilarang jika dimanfaatkan dengan cara yang salah, karena hal tersebut akan mendatangkan rasa sombong diri dan iri hati bagi yang melihatnya. Alangkah baiknya kita mengetahui bahwa kesombongan seorang hamba dapat memunculkan Murka Allah. Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman:

العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحداً منهما عذبته

“Keagungan adalah pakaianKu, kesombongan adalah selendangKu, barangsiapa yang mencabutnya dariKu salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya.”  (Hadits Qudsi riwayat Abu Daud, Ibnu Majjah, Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani).

Jika kita cermati lebih lanjut, hal intim tersebut tidak memiliki nilai kebanggaan sedikitpun, karena dilakukan secara tertutup. Tetapi aktivitas serupa semisal buang air besar tidak pernah disebar. Oleh sebagian orang, perbincangan urusan ranjang biasa diobrolkan bersama teman-teman di kantor, bahkan menjadi kebanggaan tersendiri usai melakukannya. Padahal hal tersebut sudah diwanti-wanti oleh Rasulullah melalui haditsnya.

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى الْمَرْأَةِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Termasuk orang yang paling jelek di sisi Allah kedudukannya pada hari kiamat yaitu lelaki yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya, kemudian lelaki itu menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim)

Berbeda kasus jika suami atau istri mengalami gangguan di bagian-bagian intim yang mengharuskan dokter tahu secara mendetail agar bisa ditangani lebih lanjut. Jadilah suami/istri yang dapat menjaga rahasia masing-masing.