“Mereka sesungguhnya tidak senang jika Islam tumbuh dan berkembang dimasyarakat, maka segala cara dilakukan agar masyarakat jauh dari nilai-nilai Islami tersebut, inilah salah satu tantangan da’wah yang harus dihadapi para da’i”, ujar Ustadz Syuhada.

 

Selain itu ustadz Syuhada juga mengatakan bahwa berkembangnya teknologi informasi yang demikian cepat membuat perilaku dan gaya hidup remaja yang merupakan generasi penerus bangsa menjadi rusak. “Pergaulan bebas yang tidak Islami menjadi sesuatu yang biasa, dan ini terjadi tidak hanya di kota-kota besar namun juga di kota-kota kecil yang ada di Indonesia”, tambahnya.

 

“Ini tidak dapat dibiarkan, karena para generasi muda ini adalah penerus kehidupan bangsa ini dikemudian hari, jika dibiarkan maka dipastikan bahwa bangsa ini akan semakin rusak moral dan ahlaknya”, tegas ustadz Syuhada.

 

Dalam pesannya ustadz Syuhada berharap agar Rakerwil ini dapat menghasilkan program kerja yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Manfaatkanlah Rakerwil ini untuk menyusun dan menjalankan program da’wah yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga peran Dewan Da’wah di Banten akan terasa dan bermanfaat bagi masyarakat”, katanya.

 

Selain itu untuk mendukung aktifitas da’wah diperlukan dana untuk menunjang da’wah. Untuk itulah ustadz Syuhada berharap agar Dewan Da’wah Banten dapat mengoptimalkan potensi zakat, infaq dan shodaqoh yang ada di Provinsi Banten.

 

Senada dengan ustadz Syuhada, Sekretaris Umum Dewan Da’wah ustadz Amlir Syaifa Yasin juga mengharapkan agar Rakerwil ini dapat menghasilkan program kerja yang positif dan bermanfaat bagi ummat. “Rakerwil ini hendaknya dapat menjadi titik awal untuk dapat menghasilkan program kerja yang dapat memberikan sesuatu yang baik dan Islami bagi masyarakat Banten”, ujar Amlir

 

Amlir juga menambahkan bahwa Dewan Da’wah telah memiliki Khittah Da’wah sebagai bekal bagi para pengurus dan aktifis da’wah Dewan Da’wah dalam menjalankan program da’wah di masyarakat.

 

Sebelumnya Ketua Dewan Da’wah Banten Rafiuddin Akhyar dalam pembukaan acaranya mengatakan bahwa Rakerwil ini dilaksanakan sebagai media untuk menyusun dan mensosialisasilan program kerja Dewan Da’wah Banten.

 

Selain itu ustadz Rafiuddin juga berharap agar Pengurus Dewan Da’wah Banten dan Kabupaten serta Kota yang ada di wilayah Banten sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah da’wah yang dipikul, sehingga peran Dewan Da’wah di Banten terasa disemua lapisan masyarakat.

 

Rakerwil ini menghasilkan beberapa program kerja antara lain mengadakan pembinaan kaderisasi da’I melalui program daurah du’aat se perovinsi Banten, mengadakan pelatihan dan workshop bagi imam, khotib dan pengurus DKM di Banten, mengadakan pelatihan manajeman masjid, mengadakan pembinaan terhadap masjid-masjid yang dibangun Dewan Da’wah di Banten, serta melakukan koordinasi dan sinergi dengan berbagai lembaga dan ormas Islam serta Instansi Pemerintah, sehingga program da’wah dapat berjalan lebih maksimal.

 

Selain itu untuk menggali sumber dana sebagai bekal dalam menjalankan roda organisasi, Dewan Da’wah Banten akan memanfaatkan potensi ZIS dari masyarakat serta melakukan pembinaan yang rutin terhadap mereka. (rusdi)