Dikutip dari laman Facebook Syaikh Dr. Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity hafidzahullah tentang nasihat menyambut Ramadhan.

Fadhilatusy Syaikh pernah ditanya,
بماذا تنصحني لاستقبال مواسم الطاعات؟
“Wahai Syaikh, dengan amalan apa Anda menasehati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan?”

Syaikh menjawab,

خير ما يستقبل به مواسم الطاعات “كثرة الاستغفار” لأن ذنوب العبد تحرمه التوفيق
“Sebaik-baik amalan dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak istighfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Allah (untuk melaksanakan ketaatan,pent).”

Beliau melanjutkan, tidaklah hati seorang hamba selalu beristighfar melainkan ia akan disucikan ,,, Bila ia lemah, maka akan dikuatkan ,,, Bila ia sakit, maka akan disembuhkan ,,,Bila ia diuji, maka ujian itu akan diangkat darinya ,,, Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk ,,, Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan ,,,.

Istighfar merupakan benteng pengaman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah) sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istighfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya”.

“Ya Allah, sampaikan kami kepada Ramadhan”.

Perhatikan kuatnya ungkapan yang disampaikan Umar bin Khathab Radhiyallahu , “Seandainya petir dari langit menyambar pasti tidak akan mengenai mustaghfir (orang yang beristighfar).

Maka apa lagi yang kau tunggu? Perbanyaklah istighfar!

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “bila engkau ingin berdo’a, sementara waktu begitu sempit, padahal di dalam dadamu dipenuhi oleh begitu banyak hajat (kebutuhan), maka jadikan seluruh isi do’amu berupa permohonan maaf kepada Allah. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.” Wallahu A’lam.