Sebuah Desa Rindu Guru Ngaji

Enam bulan sudah mereka libur sekolah karena tidak ada guru yang mengajar, rasa ingingin untuk segera kembali sekolah sangat di impikan oleh anak” ngoyo.

Ubaidillah (mualaf 16 tahun) kelas 4 sebagai ketua kelas bersama dari 1-4 menuturkan setiap malam ia berdo’a agar segera ada ustadz yg mengajarkan mengaji dan sekolah.

Ngoyo adalah sebuah dusun yg di huni oleh sebagian suku Tau Taa Wana, yg mulai berkampung, sebelumnya mereka hidup berpindah pindah di tengah hutan Sulawesi Tengah tanpa meniliki agama, berkat hidayah Allah dan kerjakeras da’wah pengurus Dewan Da’wah Morowali Utara masyarakat mau untuk menetap berkampung dan memeluk agama Islam dengan suka rela namun masih sekitar 1000 orang yg belum berkampung dan belum beragama di tengah hutan.

Kondisi jalan yang rusak dan jauh di tengah hutan membuat tidak banyak guru yg mau mengajar di tempat ini, perjalanan dari kota kecamatan 9-10 jam memasuki hutan menggunakan sepeda motor. Dan jika hujan lebat jalan tidak bisa di lalui sehingga harus jalan kaki.

Ketika sekolah akan di mulai beberapa anak ada yg mendatangi kami Da’i Dewan Da’wah, “ustadz kami tidak ada buku dan seragam untuk sekolah” tanpa sadar air mata ini menetes mengingat di kota anak-anak sekolah menggunakan seragam yg bagus dan pasilitas yg mewah, sedangkan mereka di sini seragam dan buku tulis ada yg tak punya.

Mari bantu pendidikan saudara” kita di pedalaman, mereka sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita.