Pelatihan ini diadakan di SMK Negeri 1 Boyolangu Tulungagung, Ahad  15 Januari 2012.

 

 

 

Dalam acara ini, tampil sebagai pemberi materi Ustadz Ahmad An Nuri, salah seorang Ketua Biro Kaderisasi Dewan Da’wah Pusat. Ustadz yang juga kandidat Doktor di Universitas Islam Ibnu Khaldun Bogor ini memberikan materi tentang metode baru cara pengajaran Al Qur’an, para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini.

 

 

 

Ustadz yang juga putra asli Tulungagung ini mengatakan bahwa munculnya metode-metode baru cara pengajaran Al Qur’an janganlah sampai menimbulkan perselisihan antara satu dengan lainnya.

 

 

 

“Jangan pernah mengklaim bahwa metodenyalah yang terbaik sementara menafikan metode-metode yang pernah muncul sebelumnya dan berhasil menghantarkan banyak orang bisa membaca Al Qur’an, semua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan itu bersifat elastis sesuai dengan perkembangan zaman”, ujar Ustadz Nuri, sapaan akrabnya.

 

 

 

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Da’wah Tulungagung Ustadz Drs. H. Ahmad Gunarso dan Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur Ustadz H. Tamat Isa Anshori. Sebelum pelatihan dimulai kedua tokoh Dewan Da’wah yang kental dengan ideologi Masyumi tersebut diperkeanankan menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara. Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur dalam sambutannya menyebut dengan tegas bahwa pengajaran al Qur’an merupakan hal penting yang tidak bisa ditinggalkan karena merupakan hal pokok. Dalam konteks penegakan syari’at Islam, ia menjadi “pokok” sementara lainnya adalah “penting”. Karena merupakan hal yang pokok, maka tidak boleh tidak harus dilakukan. Sebelumnya Ustadz Ahmad Gunarso menyajikan data maraknya perkosaan dan perzinahan di daerah Tulungagung. Kemaksiatan yang mereja lela itu hanya akan selesai jika syari’at Islam di tegakkan. Dengan demikian, seharusnya pemerintah mendukung penegakan syari’at untuk kemaslahatan bersama.

 

 

 

Diakhir acara, para peserta meng-harapkan agar kegiatan seperti ini diadakan secara rutin, minimal tiga bulan sekali. Para peserta menilai acara seperti ini efektif untuk mengumpulkan para aktifis da’wah dari berbagai lembaga da’wah. Selain itu, acara ini juga berpeluang membangkitkan kembali semangat untuk mengajarkan Al Qur’an hingga ke pelosok desa.

 

 

 

Sebelumnya, pengajaran metode membaca Al Qur’an ini juga dilaksanakan di Magetan pada hari Sabtu 14 Januari 2012. Bertempat di Ma’had ‘Aly Litahfidzi Al Qur’an Fatimah Az Zahra sekitar dua puluh lima mahasiwa yang menimba ilmu di Ma’had tersebut mendapat pelajaran tentang pengajaran Al Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad An Nuri.

 

 

 

Pelatihan ini sengaja diberikan sebagai bekal kepada mahasiswa Ma’had ‘Aly Litahfidzi Al Qur’an Fatimah Az Zahra yang akan memasuki masa liburan.

 

 

 

Dimasa liburan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat mengisinya dengan hal-hal yang positif, salah satunya dengan mengajarkan cara membaca Al Qur’an yang baik dan benar. Untuk itulah sebagai bekal, diberikan pelatihan ini.

 

 

 

Selain mendapat materi tentang pengajaran Al Qur’an, para peserta juga mendapat hadiah berupa Mushaf Al Qur’an atas bantuan Lazis Dewan Da’wah. (imam taufik/RM)