Selamatkan generasi muda dari bahaya laten komunis, demikian tajuk dari Semiloka yang diselenggarakan Forum Perempuan Bicara (FPB), Selasa (27/9) di Aula Masjid Al Furqan, Dewan Da’wah. Acara dihadiri peserta dari berbagai kalangan, ibu-ibu  majelis ta’lim, generasi muda,  mahasiswa, dan para aktifis keumatan. Turut hadir sebagai pembicara : Mayjen (pur) Budi Sudjana (Gerakan Bela Negara), KH Cholil Ridwan (MUI), dan  Tati Nugrahati S, MSi dari Kemensos.

Sebelumnya KH. M. Al-Khaththath memberikan tausyiah sebagai keynote speaker menggantikan Menhan Ryamizard Ryakudu yang berhalangan hadir. Mengutip beberapa ayat al-Qur’an  Khaththath menjelaskan bahwa paham ideologi komunis memang sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dimana Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menunjukkan bahwa bangsa Indonesia bangsa relijius, bangsa yang bertuhan, sementara komunisme jelas-jelas paham anti tuhan.

Dengan moderator Ibu Nurdiati Akma, semiloka lancar membahas tema Selamatkan Generasi Muda dari Bahaya Komunis. KH. Cholil Ridwan menguraikan pentingnya generasi muda dibentengi dengan Aqidah, iman, Ibadah, serta Pemikiran, dari pengaruh komunisme yang anti agama. Sementara Mayjen (pur) Budi Sudjana menjelaskan sejarah pemberontakan dan makar PKI (Partai komunis Indonesia) sejak Pra-Kemerdekaan hingga peristiwa G.30.S/PKI 1965. Sedangkan Ibu tati dari kemensos menguraikan program-program Kemensos terkait penyelamatan generasi muda dari berbagai perilaku negatif, seperti Narkoba, termasuk pengaruh ideologi komunis yang masih merupakan bahaya laten.

Lima Pernyataan FPB
Di akhir acara, dibacakan 5 Pernyataan Forum Perempuan Bicara (FPB), yang meminta agar pemerintah RI :

1.Merealisasikan Penegakan UU No. 27/1999 Jo. PS 107A-E KUHP Jo. Ps 169 KUHP
2.Pemerintah harus memasukkan kembali kasus peristiwa pemberontakan-pemberontakan Partai Komunis Indonesia sejak 1945 dalam kurikulum pendidikan, dari jenjang pendidikan SD/SMP/SMA, untuk mempertahankan ketahanan ideologi dan menajamkan bahaya ideologi komunis.
3.Melibatkan Ulama dan pesantren dalam meningkatkan pemahaman beragama dari generasi muda,
4.Menghentikan rencana dan wacana permintaan maaf pemerintah kepada PKI,
5. Pemerintah menginstruksikan TVRI untuk memutar kembali film G.30S/PKI

Selain Semiloka, Forum Perempuan Bicara juga mengagendakan rangkaian kegiatan lainnya, yaitu Pemutaran Film G.30.S/PKI di berbagai wilayah Jabodetabek, dan Pengiriman Delegasi ke Kementerian terkait, seperti Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, serta kementerian Kominfo.

Ed : Muttaqin | Suara Islam