Serang Lawan Saat Debat Capres, Jokowi Bisa Terkena Delik

Dewan Da’wah News, Jakarta – Mantan Perdana Inggris, Margaret Thatcher mengatakan “if they attack you personally, it menas they have not a single political argument left,“ artinya, jika lawan debat menyerang secara personal, artinya mereka sudah kehabisan argumen politik. Pada Ahad, 17 Februari 2019 lalu adalah debat capres sesi kedua dan masing-masing menyampaikan argumennya di depan panelis. capres 01 adalah Jokowi dan capres 02 adalah Prabowo. Menurut sebagian pihak Jokowi telah melakukan pelanggaran dalam debat pemilu dengan menyerang personal lawan debat.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres dan cawapres Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa saat debat capres kedua dilangsungkan, serangan Jokowi kepada Prabowo yang menyinggung tanah ratusan ribu hektare di Aceh Tengah dan Kalimantan Timur yang sedang dikelola Prabowo. Adapun tanah tersebut bersifat Hak Guna Usaha (HGU) dan dapat diambil oleh pemerintah kapan saja.

BPN menilai serangan personal yang dilakukan Jokowi kepada Prabowo dianggap melanggar aturan pasal 280 ayat 1 huruf C Juncto Pasal 521 UU 7/2017 tentang Pemilu. Berikut bunyi pasalnya:

“Pelaksana, peserta, dan tim Kampanye Pemilu dilarang: (c) menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain”

Peserta pemilu yang melanggar undang-undang di atas dapat didelik dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Di sisi lain, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berkoalisi dengan paslon capres-cawapres 01 mengungkapkan kekecewaannya terhadap Jokowi yang menyerang personal Prabowo saat debat capres kedua. Menurut Humphrey Djemat Ketua Umum PPP, ada aturan KPU yang tidak boleh menyerang personal.

“Kami sayangkan, kan ada aturan KPU tidak boleh menyerang personal. Tadi Pak Jokowi sudah mulai menyerang personal yang ada lahan-lahan sekian besar dikuasai Pak Prabowo,” ujar Humprey usai debat, Ahad (17/2/2019) dilansir aktual.co.

editor: tamam