Situasi menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017 saat ini semakin memanas, semua pasangan calon pun mempersiapkan serangan menjelang pemilihan tiba, mulai dari blusukan, promosi kebijakan dan lain-lain. Namun ada satu calon yang sempat memperarah atmosfir kehidupan berbangsa dan beragama, yaitu Ahok yang mengatakan umat Islam jangan mau dibohongi oleh ayat ke 51 dari surat Al Maidah, saat itu terjadi di Kep. Seribu dalam presentasi program Pemprov DKI, Selasa 27 September 2016.

Baru kali ini ada penganut agama menginstruksikan kepada penganut agama lain agar jangan mau dibohongi oleh isi kitab sucinya. Tentu hal ini keterlaluan karena ikut campur terlalu lampau urusan agama lain sehingga tak heran Ahok dilaporkan ke bareskrim oleh Habib Novel Haidir Hasan tertanggal 5 Oktober 2016.

Kemudian pada 14 Oktober 2016 diselenggarakanlah demonstrasi besar-besaran “Aksi Bela Islam” oleh MUI, FPI dan berbagai ormas Islam lainnya dalam rangka memperkarakan Ahok ke meja hijau. meski Ahok sudah minta maaf, tetap tak ada relevansinya terhadap kelanjutan kasus penistaan yang telah dia lakukan sehingga proses hukum ini tetap dikawal oleh umat.

Umat Islam Indonesia sebenarnya tidak mempermasalahkan agama dan suku pak Ahok, karena Indonesia adalah negara yang menganut Demokrasi, artinya siapa saja agama apa saja boleh memimpin negeri ini asal dia adalah warga Indonesia dan menang saat pemilihan. Umat Islam terpancing emosinya saat agamanya dinista. Tentu bagi penganut agama lain jika agamanya dihina pasti akan tersulut emosinya.

Saat demonstrasi berlangsung media-media mainstream memberitakan bahwa massa yang terkumpul hanya sekitar ratusan orang. Kabar ini dinaikkan ke muka umum tentu dalam rangka bahwa ternyata hanya sedikit yang menuntut ahok, padahal fakta lapangan menunjukkan ribuan hingga ratusan ribu massa yang terkumpul baik dari Jakarta sendiri dan dari luar daerah.

pada demonstrasi tersebut para ulama dan zuama menginstrukkan kepada umat Islam untuk terus mengawal perkembangan jalur hukum soal penistaan Al Quran yang telah dilakukan oleh Ahok.[tamam]