Setiap Bulan Warga Miskin Desa Rawajaya Halmahera Dapat Sembako

Dewan Da’wah News, Halmahera – Ustadz Muhammad Hasbullah Labadu S. Sos biasa dipanggil Ust. Hasbullah adalah sarjana alumni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta. STID Mohammad Natsri sendiri merupakan lembaga pendidikan tinggi yang dinaungi langsung oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Dalam pengabdiannya untuk umat, Dewan Da’wah mengutus Ust. Hasbullah ke Desa Rawajaya kec Tobelo Halmahera Utara Prov Maluku Utara. Desa tersebut dirasa membutuhkan tenaga ahli di bidang keislaman sehingga perlu dikirim da’i untuk membina masyarakat di sana.

Salah satu program dakwahnya, Ust. Hasbullah mengenalkan pentingnya menghidupkan jiwa sosial melalui sedekah. Program dakwah yang dimaksud adalah S3 (Sedekah Seribu Sehari).

Program S3 adalah kegiatan yang membantu masyarakat faqir, miskin, muallaf, yatim piatu.

Penghimpunan dananya dengan cara menghimbau para jamaah masjid sekitar Desa Rawajaya untuk menabung per harinya sebesar Rp. 1000 dikumpulkan selama 3 bulan. Setelah 3 bulan dana terkumpul, sedekah siap didistribusikan kepada masyarakat tertentu di atas.

Sedekah yang diberikan tidak berupa uang, tapi dibelikan sejumlah paket sembako. Isi sembakonya terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, telor, the celup dan mie instan.

Animo masyarakat meningkat seiring sadarnya mereka tentang keutamaan sedekah seperti yang tertulis dalam QS. Al Baqarah: 261 bahwa Allah akan melipatgandakan pahala orang yang bersedekah ratusan lebih kali lipat.

Terbukti dana sedekah yang awalnya dihimpun dan didistribusikan tiga bulan sekali meningkat lebih cepat menjadi sebulan sekali.

“Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu dengan Program S3. Mudah-mudahan banyak orang kaya yang terketuk hatinya untuk membantu dan peduli pada orang-orang yang membutuhkan. Dan Mudah-mudahan program ini bisa meluas lagi sehingga yang lain bisa kebagian,” kata salah satu warga penerima sembako S3.

Ustadz Muhammad Hasbullah Labadu S. Sos adalah da’i Dewan Da’wah yang diutus ke Desa Rawajaya. Gelar sarjananya diraih setelah menempuh studi di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta. STID Mohammad Natsri sendiri merupakan lembaga pendidikan tinggi yang dinaungi langsung oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Beliau diutus ke Rawajaya sejak September 2018 dan pengabdian dakwahnya terus berjalan hingga saat ini.

Kegiatan dakwah harian yang biasa dijalankan Ust. Hasbullah selain Program S3 adalah mengajar Taman Pendidikan Al Quran (TPA), Mengajar Tahsin dan Tajwid untuk dewasa, pembinaan remaja Masjid, program bantuan sumbangan kepada orang sakit, mengisi ta’lim dan khutbah, imam shalat rawatib, membuat mading masjid dan setiap 2 minggu sekali blusukan ke rumah-rumah warga untuk mengetahui kondisi sosial.

(Tamam / Dewan Da’wah News)