Jakarta adalah daerah paling ramai saat pemilihan gubernur, karena sepanjang perjalanan lima tahun ke depan akan selalu dipantau perkembangan dan kebijakannya baik oleh provinsi lain atau dunia.

Habib Ali al Husainy turut menjadi Bakal Cagub DKI Jakarta 2017 yang prestasinya membuat decak kagum larena dia sudah berkecimpung di DPRD 2 tingkat 1 di Banten tiga kali berturut-turut (1999-Sekarang).

Habib Ali tergabung dalam barisan Gubernur Muslim untuk Jakarta (GMJ), dia turun dari Banten ke Jakarta karena menurutnya pertarungan politik di Banten adalah murni pertarungan politik, sedangkan di Jakarta adalah pertarungan Aqidah.

“Saya pilih pertarungan Aqidah, meski lawannya Naga,” tegasnya usai Shalat Jumat di depan jamaah dan awak media di Masjid Baiturrahman, Jakarta dalam acara bertajuk “Mencari Gubernur Muslim Terbaik Menuju Jakarta Berkah, Bersih, Beradab” yang diselenggarakan oleh Majelis Taqarrub Ilallah-Temu Pembaca Suara Islam (MTI-TPSI) ke-60 (25/3/2016).

Menurut salah satu pendiri PKB Banten ini, sosok Ahok tidak seperti “pemimpin” tapi cenderung terlihat seperti “penguasa.”

“Kenapa saya sebut sebagai penguasa, karena dia (Ahok) tidak tampak sebagai pemimpin,” tuturnya.

Hal senada dikuatkan oleh Ketua Komisi D, Ir. H.M. Sanusi yang kian hadir sebagai perwakilan GMJ acara tersebut. “Semuanya disalahkan, kayak dia (Ahok) paling bener sendiri,” timpalnya yang menurutnya dalam mengurus suatu daerah memerlukan kerjasama bukan pemecatan atau perombakan kebijakan. [kanzen]