Saat keemasan manusia berada pada masa mudanya, di masas itulah seorang anak Adam AS akan menentukan masa depannya, masas depan bagi dirinya, agamanya dan bangsanya, tapi keemasan itu akan berpudar saat usia sudah menua, sehingga tak heran Soekarno pernah berkata, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan ku goncangkan dunia.”

Menyoal Pilgub DKI Jakarta 2017, menurut Ketua McJak (Muslim Cinta Jakarta) Adnin Armas, MA peran mahasiswa Muslim sebagai pemuda generasi bangsa haruslah bergerak dalam bursa Pilgub DKI Jakarta mendatang.

“Peran Mahasiswa dengan energy yang ada menentukan masa depan Jakarta dan perlu bagi mahasiswa untuk bersuara.” Ujarnya di hadapan Mahasiswa dalam sebuah kajian islami bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menetukan Pemimpin Bangsa” di arena sholat Masjid Nurul Ilmi Kampus D Gunadarma, Depok, Sabtu (19/3/2016).

Menurut Adnin tidak ada toleransi pada tiap insan Muslim memilih untuk memilih pemimpin kafir atau non Muslim, karena hal tersebut sudah diperintah oleh Allah dalam firmannya ayat ke-28 surat Ali Imran.

Kenapa Allah melarang memilih pemimpin non Muslim? Karena seyogyanya menurut DIrektur Eksekutif INSISTS ini muslim tidak boleh taat kepada orang yang tidak mau taat kepada Allah, meski kelihatannya baik.

“Karena kepemimpinan yang keliru bisa saja nanti Masjid dilarang dibangun seperti halnya di Tolikara, Papua. Di sana Masjid cuma satu.” Katanya sambil mengkomparasi dengan Jakarta yang mayoritas Muslim tapi Gereja dibangun di mana-mana.

Pemimpin non Muslim pasti akan menjadikan standar majunya daerah dengan melihat kemajuan kaum Barat, padahal ada beberapa kebijakan negara yang diharamkan Allah bagi Muslim.

“Dia tidak berpikir pelacuran dan miras itu dilarang bagi umat Islam.” Jelas Adnin.

Menurut Pemimpin Redaksi Majalah Gontor ini sudah merupakan tugas pemimpin Muslim untuk menjaga aturan dan nilai agama Islam.

“Dan itu tidak mungkin dilakukan oleh non Muslim.” Tegasnya.

Fakta menarik yang disampaikan oleh Adnin adalah soal persentase jumlah penduduk DKI Jakarta. Katanya, 8 jutaadalah jumlah keseluruhan warga DKI yang 85% (6 ½ juta warga) adalah Muslim sedangkan non Muslim sekitar 1 ½ juta atau sekitar 15%, tapi yang 1 ½ juta solid.

Adnin berpesan dalam memilih pemimpin khususnya Pilgub DKI Jakarta 2017 harusnya iman menjadi pondasi awal.

“kita utamakan Iman dulu.” Pungkasnya. [kanzen]