Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Saat ini, warga Gaza sangat terancam bahaya. Israel melancarkan agresi militer melalui operasi yang disebut  Operasi “Cloud Column”. Israel mengklaim target serangannya adalah para pemimpin Palestina di Jalur Gaza, tetapi korbannya rakyat secara acak.

 

Angkatan Udara Israel secara membabi buta menghujankan bom di berbagai lokasi di Jalur Gaza; Menghancurkan rumah-rumah warga,  melukai dan membunuhi penghuninya.

 

Israel juga mengerahkan Angkatan Darat-nya di perbatasan Gaza, untuk memulai serangan darat yang masif melalui operasi militer yang disebut Operasi “Cast Lead”.

 

Israel juga menyerang warga Gaza melalui roket dan senapan yang ditembakkan secara acak dari kapal patroli militer di pantai Gaza.

 

Agresi militer Israel sejak Rabu, 11/14/2012, telah menimbulkan kehancuran yang serius di bidang pertanian, perumahan, dan sasaran-sasaran sipil serta pemerintahan.

 

Hingga saat ini (20/11/2012 –Red), jumlah korban mencapai 116 orang tewas, termasuk 24 anak, 15 wanita, dan korban terluka mencapai lebih 900 warga Gaza diantaranya 180 anak dan 109 perempuan.

 

Bangunan-bangunan yang dihancurkan Israel antara lain: rumah warga, sekolah, objek-objek sipil, gedung perkantoran pemerintah, bank, dan bahkan kantor media. Juga menara-menara komunikasi dan lahanpertanian yang luas.

 

Pemerintah terpaksa meliburkan sekolah-sekolah, dan semua layanan publik terpaksa ditutup untuk sementara termasuk layanan vital. Aktivitas perekonomian pun nyaris lumpuh. Kementerian Kesehatan Palestina  menyeru warg untuk mendonasikan darah sebanyak-banyaknya karena banyaknya korban terluka yang membutuhkan donor darah.

 

Agresi militer ini sebenarnya sudah disampaikan rencananya oleh Perdana Menteri Israel, sehubungan dengan pemilihan umum di negara itu. PM Israel kepada para Duta Besar negara-negara Eropa di Tel Aviv menyatakan bahwa pihaknya akan melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza.

 

Mengapa rakyat Palestina harus jadi tumbal bagi pemilihan umum di Israel? Ya, selama ini darah Bangsa Palestina di Gaza selalu jadi ‘’jembatan’’ untuk memenangkan pemilihan penguasa Israel.

 

Rakyat Palestina sudah langganan jadi korban politik brutal Israel, dan dunia tetap diam saja, menyaksikan anak-anak, orangt tua, dan perempuan dibunuhi di Palestina.

 

Apa salah bayi Ahmed Mashharawi sehingga harus dibunuh? Apa dosa bocah bernama Maria Arafat sehingga ia tak boleh berumur lebih tujuh tahun? Apa salah warga Gaza sehingga harus jadi gelandangan karena hunian mereka dihancurkan?

 

Maafkan, sungguh kami saat ini merasa sendirian, terpojok dan kehilangan, dan kami terasing serta terpisah dari dunia; Tak seorangpun mendengar kami dan menjawab pertanyaan kami mengapa kami harus selalu begini.

Mengapa?!

 

Your Brother,

Abdalrahim M Shehab,

Chairman of Islamic Society Gaza, Palestine