Dalam upaya meningkatkan semangat ketakwaan kepada Allah, dan mengasah kemampuan berbahasa Arab. Bidang Pengembangan Bahasa Kampus B STID Mohammad Natsir, menggelar dauroh bersama trainer dan konsultan asal Yaman, Syaikh Abdul Ghaniy Iskandar.

Dauroh yang bertajuk “Khomsu Murtakazaat fii Thoriiq an-Najaah wa at-Tamayuz” itu diselenggarakan di gedung Kampus B STID Mohammad Natsir, Tambun-Bekasi, pada Sabtu (19/08). Acara ini diikuti para pimpinan, dosen, dan staf STID Mohammad Natsir.

Dalam pemaparannya, Syaikh Abdul Ghaniy menjelaskan ada perbedaan yang signifikan antara makna kesuksesan dengan kebahagiaan.

“Kesuksesan cenderung orentasinya adalah dunia, sementara kebahagiaan erat kaitannya dengan keimanan kepada Allah,” ujarnya.

Menurut syaikh yang memilki banyak sertifikat internasional di bidang trainer dan konsultan ini, tanpa keimanan seseorang tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki.

“Sumber kebahagiaan dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan senantiasa berzikir kepada Allah. Sebagaimana Allah berfriman, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya memaparkan, di antara jalan menuju kesuksesan yang hakiki adalah dengan tawakkal kepada Allah. Dan salah satu rukun tawakkal ialah, seorang hamba harus senantiasa dekat dengan Allah.

“Kunci agar kita dekat dengan Allah adalah dengan ma’rifatullah (mengenal Allah). Adapun cara untuk mengenal Allah, di antaranya dengan mentadabburi (merenungkan) ciptaan Allah, firman Allah, dan kebesaran Allah dalam diri manusia itu sendiri,“ tambahnya.

Dengan gaya penyampaian yang dinamis, humoris dan interaktif, membuat seluruh peserta daurah sangat terkesan dan antusias, dalam menyimak pemaparan dari trainer dan konsultan HAM yang bertugas di Organisasi Nasional untuk Pengembangan Masyarakat (NODS) Yaman ini.

Sebelum daurah ditutup, syaikh meminta agar training seperti ini diadakan kembali. Sebab, menurutnya penjelasan materi yang disampaikan dianggap belum tuntas.

“Insya Allah dauroh ini akan kita lanjutkan di lain kesempatan. Silahkan disepakati waktunya, nanti akan saya sesuaikan,’’ pungkasnya.

Rep: Alfian Muttaqin |Ed : Muttaqin