Tabligh Akbar yang diadakan oleh Forum Aliansi Umat (Format) Kota Tanjung ungpinang di Masjid Agung Alhikmah, pada hari Minggu (22/01) lalu, disambut antusias dan tumpah ruah oleh masyarakat ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau ini.

Format merupakan gabungan ormas Islam di Kota Tanjungpinang, di antaranya; Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Badan Kontak Majelis Taklim, Front Pembela Islam, Forum Komunikasi Muballigh, Lembaga Bimbingan AlQuran, Hizbuttahrir Indonesia, Korps Muballigh Nasional, Bengkel Rohani Oslamic Health Maintenance Organization, Himpunan Mahasiswa Islam, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim, dll.

Acara yang bertema “Ulama Bersama Umat Selamatkan NKRI” bertujuan membangun semangat persatuan dan kesatuan umat, dalam membela Islam, AlQuran, Ulama dan NKRI, dalam merespons berbagai gejolak di tanah air, terutama terkait penistaan terhadap QS. AlMaidah: 51.

Hadir para ustadz yang menyampaikan parade taushiyah; H. Syahrul S.Pd, Muhamad Zaini, M.Kom.I, Dedi Sanjaya, Lc, Hj. Sulika, Indra Imran, S.Pd, Kaspul Anwar, S.Pd, Abu Khalil, terakhir sesi muhasabah yang dipandu oleh Rizha Alhafidz, S.Pd.I.

H. Syahrul, S.Pd yang juga Ketua DMI menegaskan bahwa umat Islam harus membangun persatuan dan kesatuan. “Pancasila merupakan acuan kita semua dalam bingkai NKRI yang harus dipertahankan” ujarnya yang juga merupakan Wakil Walikota Tanjungpinang.
Pembicara lain Dedi Sanjaya, Lc Ketua Dewan Dakwah Kota

Tanjungpinang, menuturkan bahwa ulama harus dihormati, ulama bukan musuh, tapi ulama benteng bangsa.”Kita harus bersatu menolak kriminalisasi terhadap ulama, karena ulama pewaris Nabi, siap bela ulama?”. Disambut semangat siap oleh jamaah.

Demikian pula Muhamad Zaini, M.Kom.I Ketua Bidang Dakwah Dewan Dakwah Kepri menegaskan bahwa jasa ulama sangat besar memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI, tecatat dalam tinta sejarah, tapi dibungkam dalam buku sejarah di sekolah-sekolah. Oleh karena itu kita harus menghargai dan meneladani para ulama.

“Secara umum ada 3 tantangan umat Islam Indonesia, sekularisme, gerakan pemurtadan dan nativisme/menghidupkan kembali ajaran animisme dinamisme”, ujar Dosen STAI Abdurrahaman Kepri ini.

Beliau menawarkan solusi, “Minimal ada 3 pilar benteng umat yang harus dimaksimalkan potensinya dalam menghadapi berbagai problematika, masjid, pesantren dan perguruan tinggi, kalau mampu disinergikan, insyaAllah akan melahirkan kebangkitan dalam berbagai aspek; agama, pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainya”. Tegas alumni Ketua Mahasiswa Kepulauan Riau Jakarta ini.

Dalam sesi muhasabah dan doa Rizha Alhafidz, S.Pd.I menjelaskan sekilas tafsir QS. AlMaidah: 51-54. “Kita merindukan hadirnya generasi AlMaidah: 54, generasi yang siap membela agama Allah, berkasih datang dengan orang beriman, tidak takut dengan berbagai tantangan orang kafir, karena yakin pertolongan Allah Swt”.

Parade taushiyah secara bergantian dari para muballigh ini, berlangsung dalam suasana yang penuh hikmat dan semangat, sungguh terasa persatuan dan kesatuan dari jamaah yang hadir. “InsyaAllah acara ini akan kita adakan rutin setiap bulan, serta merangkul mahasiswa dan berbagai kalangan dalam aksi positif dan produktif ini”. Ujar Riswandi, S.Ag selaku koodinator kegiatan.

Ed : Muttaqin | Rep : M. Zaini