Pada Rabu (14/9) Amerika Serikat membuat kesepakatan kerjasama bantuan militer dengan Israel yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dengan negara-negara lain.

Kerjasama bantuan militer senilai $ 38 miliyar oleh Amerika telah dikucurkan ke dalam kantong pertahanan Israel. Biaya tersebut digunakan untuk menambah pasukan udara, senjata api, misil dan pertahanan wilayah kekuasaannya, AFP melaporkan.

Kerjasama fenomenal itu dihadiri langsung oleh kedua penguasa terbesar kedua negara, Barack Obama dan Shimon Peres yang kemudian penandatanganannya diwakili oleh Jacob Nigel (Penasehat Keamanan Nasional Israel) dan Tom Shannon (Sekretaris Presiden AS). Kontrak kerjasama terhitung dari 2019 hingga 2028, dilansir dari haaretz.com.

Beberapa pihak mendukung atas kerjasama ini salah satunya Susan Rice, Penasehat Keamanan Nasional AS.

“Kami umumkan hari ini bahwa ikatan Amerika Serikat dan Israel tak kan terpisah,” katanya saat upacara Washington.

Sebelumnya, layaknya hubungan ayah dan anak, AS-Israel memiliki hubungan kuat di antaranya adalah menyumbangkan bantuan militer. Rice menambahkan pada 2009 saja Amerika menggelontorkan dana bantuan untuk militer dan pertahanan Israel sebesar $ 24 Juta.

Obama yang hadir pada acara itu mengungkapkan bahwa Palestina adalah “tetangga ancaman” bagi Israel.

“Baik Perdana Menteri Netanyahu dan saya yakin bahwa MOU baru ini dalam menghadapi sisa-sisa “tetangga ancaman” (Palestina) akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi keamanan Israel,” kata Obama

Obama melanjutkan, Amerika akan terus mengirim teknologi persenjataan tercanggih untuk Israel dalam rangka membendung ancaman dari segala macam mara bahaya.

Ed: Tamam | dari berbagai sumber