Masih terngiang dengan musibah macet di Pintu Tol Brexit yang menewaskan belasan pemudik pada bulan Ramadhan lalu membuat sebagian orang jera dan ada pula yang trauma saat terjadi kemacetan panjang.

Namun, setiap perjalanan hidup manusia pasti terdapat hikmah yang dapat dipetik baik itu kejadian suka maupun duka.

Kemacetan terkadang membuat kita kesal karena dapat menghambat perjalanan, terlambat datang atau tertunda, suara bising kendaraan, sesak kepulan asap, gerah dan lain semacamnya yang kalau kita tidak dapat memanfaatkannya emosi dan serobot bahkan melanggar peraturan lalu lintas biasa terjadi.

Bagi muslim setiap kondisi adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga nyaman atau tidak nyaman suatu keadaan dirinya tetap tenang.

Agar berkendara kita barokah di sisi Allah, baiknya setelah keluar ruanga (keluar kantor, pulang sekolah, keluar rumah dll) berdoa dengan kalimat yang telah Rasulullah ajarkan (bercetak tebal merah):

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)

Kemudian membaca doa sebelum naik kendaraan, sebagaimana firmanNya:

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Artinya: Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (QS. Az Zukhruuf: 13-14).

Lebih baik lagi saat kemacetan melanda kita dapat mengulang hafalan Al Quran yang sudah dihafal atau berdzikir atau jika kita berkendara dengan mobil dapat menyetel murattal/ceramah dengan volume kecil.

Masih banyak aktivitas lain yang dapat kita lakukan agar selalu diawasi oleh Allah dan tidak mengganggu orang lain, lebih-lebih tidak melanggar marka jalan.[kanzen]