TGB M.Zainul Majdi Silaturahim ke Dewan Da’wah

Jakarta – dewandakwah.or.id, Silaturahim Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa sebagai Tuan Guru Bajang (TGB), beserta beberapa stafnya yang berlangsung Selasa siang, 3 April 2018, memberi kebahagiaan tersendiri bagi para Pengurus dan Pembina Dewan Da’wah Pusat. Siapa sangka Gubernur Nusa Tenggara Barat yang akan mengakhiri masa baktinya pada September mendatang ini mempunyai pengetahuan yang cukup dalam mengenai Masyumi, Allahu Yarham Dr. Mohammad Natsir, Dewan Da’wah hingga perjuangan Dewan Da’wah melalui dakwah pedalaman.

Hadir menerima kunjungan silaturahim TGB, dari Dewan Da’wah adalah Ketua Umum Drs. Mohammad Siddik, MA; Waketum Bidang Kerjasama Luar Negeri Abdul Wahid Alwi, MA; Waketum Bidang Pengembangan SDM dan Kerjasama Dalam Negeri Drs. Amlir Syaifa Yasin, MA; Waketum Bidang Pendidikan Dakwah dan Kaderisasi Dr. Mohammad Noer Kertapati; Sekretaris Umum Drs. Avid Solihin, MM, beserta beberapa Pembina Dewan Da’wah lainnya, tak terkecuali Ketua Pembina Prof. Dr. Ir. H. AM. Saefuddin.

“Sering sekali guru kami – dalam berbagai kesempatan – menceritakan kepada kami kisah perjuangan Masyumi,” jelasnya. Menurut cerita yang diperolehnya, sesungguhnya Ummat Islam Indonesia punya peluang emas untuk mengatur negeri ini ketika masanya Masyumi. Demikian pula dengan tokoh Allahu Yarham Mohammad Natsir yang menurut informasi gurunya adalah tokoh yang dirindukan kawan, tetapi juga orang yang dicari-cari lawan.

Sang guru yang sekaligus mertuanya saat itu, KH Abdulrasyid Abdullah Syafii – menurut TGB sering pula membuat syair-syair perjuangan dalam bahasa Arab dan bahasa sastra Indonesia yang isinya sebenarnya mengajarkan dan menceritakan ke-masyumi-an. “Sehingga nama Masyumi bagi kami – santri Nahdlatul Wathan – sudah tidak asing lagi, bahkan sudah sangat melekat,” ujarnya.

“Kalau dengan Dewan Da’wah, saya ingat betul, interaksi saya, kalau tidak salah 1998. Saya pernah datang ke Dewan Da’wah, tetapi belum dalam bentuk gedung seperti sekarang. Saya ingat betul bertemu dengan Dr. Anwar Harjono saat itu memakai kursi roda, kemudian dengan pak Cholil Badawi, Pak Anwar Husein, Ustad Syuhada Bahri, Bang Ka’ban, Tansil Linrung, juga pak Muzani yang sekarang sekjen Gerindra. Sejauh yang saya tangkap pada waktu itu dalam tahapan pembentukan Partai Bulan Bintang (PBB),” papar TGB menceritakan masa pengenalan dan pendewasaan wahana politiknya.
Nama TGB Muhammad Zainul Majdi mencuat ke permukaan sejak alumnus Universitas Al-Azhar, Cairo, ini dinobatkan sebagai Gubernur termuda tahun 2008 lalu dalam usia 36 tahun. TGB Zainul Majdi adalah cucu dari TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor), pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun-Nahdlatain.

Foto Muslimat Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Pusat.

Dalam dua periode masa kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi yang hafizul Qur’an, memperoleh banyak penghargaan. Ia sukses mengangkat perekonomian dan pariwisata Nusa Tenggara Barat, bahkan daerahnya dinyatakan sebagai World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination (dalam ajang The World Halal Travel Summit and Exhibition Award 2015 yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), 19 Oktober 2015). Dalam jangka waktu 10 tahun, ia berhasil mengangkat angka turisme di NTB lebih dari 700%.

Sampai saat ini telah banyak tokoh Islam di nusantara yang berharap dan mendukungnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2019. Pembina Dewan Da’wah AM Saefuddin menyebutnya sebagai pemimpin masa depan. Sedangkan Waketum Abdul Wahid Alwi mengatakan syarat pemimpin nasional bagi Dewan Da’wah adalah laki-laki, muslim, hafiz Qur’an. Syarat itu, terpenuhi oleh TGB Zainul Majdi.

Humas Dewan Dakwah