Ustadz Roin menjelaskan ada tiga poin alasan kenapa Syiah dianggap sebagai ancaman, “Pertama, Syiah sebagai ancaman bagi akidah umat Islam. Syiah bukan Islam, segala upaya yang mereka lakukan itu supaya ingin diakui sebagai agama Syiah,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

 

“Poin kedua, dengan semakin menyebarnya ajaran Syiah di masyarakat akan semakin bertebarannya perzinahan, karena Syiah menghalalkan bahkan menganjurkan mut’ah (kawin kontrak), sehingga dengan kata lain mereka telah merendahkan kaum wanita, wanita diperjual-belikan. Tentu perzinahan akan semakin marak jika ajaran Syiah dibiarkan begitu saja. Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam,” tegas Roin.

 

Masih menurutnya, dalam Syiah terdapat Marza Takridi, ini merupakan poin ketiga, “Maksudnya adalah dipilih orang untuk belajar di Iran selama 25 tahun, kemudian mereka dikembalikan ke wilayahnya masing-masing untuk wilayatul faqih. Yaitu yang mengemban misi menyebarkan ajaran syiah (syiahisasi) ke seluruh wilayah. Diketahui sudah ada tiga orang di Indonesia yang telah mengikuti proses Marza Takridi ini,” tandas ustadz Roin. (dita/ed: rl/Alhikmah)