Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan telah menindaklanjuti rekomendasi tim panel pemblokiran aplikasi kencan Gay dan resmi memblokirnya. “Ya kita sudah blokir tiga aplikasi tersebut, kemarin kita putuskan setelah dilakukan rapat dengan tim panel”, ujar Noor Iza juru selaku jubir Kemenkominfo sebagaimana dikutip Akhbar Dewan Da’wah dari wawancara Republika (Kamis, 15/9). Tiga aplikasi yang diblokir itu adalah Grindr, Blued dan Boyahoy.

Grindr adalah aplikasi kencan untuk homoseksual dari Amerika serikat yang berbasis lokasi. Pengguna dapat dengan mudah menemukan ‘temannya’ setelah sign-up dan mengaktifkan lokasinya. Aplikasi dengan 4 juta anggota di 163 negara ini berorientasi mempertemukan anggota untuk berhubungan seksual atau hanya sekedar kencan saja.

Sementara, Blued adalah aplikasi media sosial gay buatan china. Jumlah anggotanya sekitar 15 juta pengguna. Sedangkan Boyahoy, aplikasi kencan gay yang berbasis lokasi serupa dengan Grindr namun belum jelas siapa pengembangnya. Hingga (Kamis, 15/9) malam ketiga aplikasi tersebut masih dapat diakses dan pagi ini sudah tidak bisa diakses kembali.

Menurut Noor, tiga aplikasi tersebut sudah memenuhi syarat tim panel untuk diblokir. Sebelum diblokir, dari Kemenkominfo juga telah melayangkan surat peringatan kepada para pengembang aplikasi tersebut, hingga akhirnya hari ini resmi diblokir di Indonesia.

Ed : Muttaqin/dari berbagai sumber