Dewan Da’wah Kota Batam meresmikan pendirian Akademi Da’wah Indonesia (ADI). Peresmian akademi pengkaderan da’i setaraf D2 ini berlangsung di Komplek Pesantren An-Ni’mah, Dapur 12 Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, Ahad (7/8).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung baru oleh Asisten III Gubernur Riau, Raja Ariza dan serah terima perjanjian antara Ketua Dewan Dakwah Batam, Ust. Abdurrahman dan Kepala Pesantren An Ni’mah Ust. Ariyanto Rosyad.

Turut hadir dalam acara, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia; Drs. Mohammad Siddik, MA, Ketua Bidang Pendidikan Dewan Da’wah, Ust. DR. Imam Zamroji, MA, Ketua DIKTI Bidang Pendidikan Ust. Ujang Habibi, M.Pd.I dan beberapa undangan di antaranya Drs. Yatim Musthafa, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kepri, Drs. H. Nyat Kadir anggota DPR-RI dan beberapa tamu undangan dari LAZ dan BAZ se-kota Batam.

Mohammad Siddik mengatakan dalam sambutannya, “Sebagai salah satu pintu internasional wilayah Republik Indonesia, Kota Batam dinilai sangat strategis. Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dapat menjadi mercusuar syiar dakwah Islam di kawasan perairan Malaka, atau sebaliknya menjadi pintu masuk pengaruh asing yang berdampak negatif seperti radikalisme dan aliran-aliran sesat. Karena itu, kehadiran Akademi Dakwah Indonesia (ADI) di Batam ini menjadi penting sekali,’’ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPR-RI fraksi Nasdem, Drs. H. Nyat Kadir melalui wawancara singkat kepada Dewan Dakwah News mengatakan, “Kehadiran ADI di kota Batam sangat diperlukan oleh masyarakat Batam, terutama di pulau-pulau kecil. Salah satunya adalah mewujudkan fungsi Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang mengutamakan penguatan iman dan taqwa”, tegasnya

Mantan Walikota Batam ke-III periode 2001-2005 ini juga menyatakan lembaga pendidikan berbasis pesantren modern seperti ADI, sangat berperan bagi generasi muda agar tidak terjerumus kepada radikalisme dan hal-hal negatif lainnya. Oleh karena itu, pemerintah baik Walikota dan dinas terkait sangat mendukung pendirian ADI di kota Batam.

Kota Batam digadang-gadang sebagai kota yang rawan aksi terorisme dan kriminalitas. Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror Kepolisian telah mengamankan lima orang terduga teroris dari penggerebekan rumah di perumahan Taman Mediterania, Batam Center, Batam (Jum’at, 5/8). Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa letak geografis Kota Batam yang dikelilingi beberapa pulau kecil memudahkan orang asing untuk berlalu-lalang, salah satunya dengan mengajarkan paham radikalisme kepada generasi muda melayu.

Selain itu, Imam Zamroji mengemukakan bahwa ADI Batam merupakan akademi kedelapan yang dilahirkan oleh Dewan Da’wah. ‘’Sebelumnya sudah hadir ADI Bandung (Jawa Barat), Sambas (Kalimantan Barat), Solo (Jawa Tengah), Metro (Lampung), Aceh (NAD), Bukittinggi (Sumbar), dan ADI Kupang (NTT), dan Insya Allah mengawali ADI Batam dengan 25 mahasiswa dan mahasiswi sudah lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai kader penyelamat ’’, ujarnya di sela-sela acara pembekalan calon dosen ADI seusai acara peresmian.

Semoga dengan kehadiran ADI di kota Batam, dapat mewujudkan fungsi Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada generasi muda bangsa, dan dapat membentengi mereka dari pemikiran dan paham aliran sesat yang merusak, Insya Allah.

Rep : Muttaqin