Trending Topik: #UninstallJokowi VS #InstallPrabowo

Dewan Da’wah News, Jakarta – akhir-akhir ini jagat Twitter diramaikan dengan tagar #UninstallJokowi dan #InstallPrabowo. Semua berawal dari cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menyinggung minimnya anggaran R&D pada 13 Februari lalu lewat akun Twitternya @achmadzaky.

Lebih lanjut Zaky mendeskripsikan anggaran R&D yang dimaksud adalah sumber data dari tahun 2016 yang hanya berjumlah US$ 2 miliar atau tertinggal jauh dari negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D lebih besar. Di akhir cuitan Zaky berharap ada peningkatan anggaran R&D pada pergantian presiden selanjutnya.

Cuitan Zaky yang berharap ganti presiden membuat sontak netizen sehingga muncul tagar #UninstallBukalapak. Berdasarkan penelusuran redaksi Dewan Da’wah News tagar #UninstallBukalapak dibuat oleh pendukung Capres 01 Pak Jokowi, seperti dikatakan oleh Youtuber Pablo Benua dalam kanal resminya, Rey Utami dan Benua di videonya yang diunggah pada Jumat (15/2/2019) dengan judul “Uninstall Bukalapak, Itu Militansi Pendukung Jokowi.”

Untuk menangkal #UninstallBukalapak, serangan balik pun ditembakkan oleh para pendukung capres 02 dengan membuat cuitan bertagar #UninstallJokowi dan #InstallPrabowo. Tidak seperti tagar #UninstallBukalapak yang jadi trending topik lokal, tagar #UninstallJokowi jadi trending topik internasional dan sempat mengundang komentar pihak asing.

Melihat kejadian tersebut Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi berpendapat, perang tagar ini tidak bisa mengukur tingkat elektabilitas masing-masing capres, dilansir rmol.co pada Ahad (17/2).

Meskipun demikian, lanjut Firman, tapi setidaknya menjadi catatan bahwa pendukung Prabowo ternyata jauh lebih militan dibandingkan dengan pendukung Jokowi.

editor: tamam