Ketua Dewan Da’wah Bekasi, Ustadz Salimin Dani mengatakan bahwa penting untuk Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Bekasi memiliki orang-orang yang mengawal dakwah Islam. Hal ini diungkapkan mengawali Musda ke VI Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi  di Masjid Al Muslimun, Medan Satria, Bekasi, Ahad (29/10/2017).

“Ini untuk menentukan arah dakwah kita, mau maju atau mau statis aja,” kata Ustadz Salimin Dani, di Masjid Al Muslimun, Medan Satria, Bekasi, Ahad (29/10/2017).

Lebih lanjut, Ustadz Salimin menuturkan, saat ini sangat sulit orang untuk menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar karena ketakutan. “Sedangkan satu sisi orang yang mengajak kemunkaran mereka sudah begitu beraninya,” tambahnya.

Oleh karenanya, ia berharap agar ke depan Dewan Da’wah bekasi memiliki pemuda-pemuda yang siap untuk membela dakwah agar mengarah kepada Islam yang benar. “Supaya pemuda-pemuda mengarahkan kepada Islam yang benar di tengah-tengah kaum yang senang melakukan kemunkaran,” imbuhnya.

Ustadz Salimin Dani tidak ingin fitnah yang ditebar oleh orang-orang yang senang dengan kemunkaran menerpa umat Islam.

“Dan, jangan sampai karena kebodohan, kita tidak tau berpihak pada siapa, seharusnya kita berpihak kepada kebenaran, tetapi karena ketidaktahuan kita dengan situasi yang saat ini mencekam kita pilih kemungkaran, ini adalah fitnah.” tandasnya.

Sementara itu Dewan Syuro Dewan Da’wah  Bekasi, Ustadz Sulaiman Zakawerus mengatakan bahwa gerakan dakwah Islam harus lebih progresif dengan asas yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Menebar dakwah atau berdakwah itu jangan sendiri-sendiri, tapi harus berjama’ah,” kata Sulaiman Zakawerus dalam sambutannya pada acara Musda VI DDII bekasi, di Masjid Al Muslimun, Pondok Ungu, Medan Satria, Bekasi, Ahad (29/10/2017).

Dalam acara Musyawarah Daerah IV Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi, Sulaiman Zakawerus menuturkan, konspirasi besar yang diarahkan oleh musuh Islam salah satunya perppu yang diundangkan kemarin oleh DPR yang mayoritas beragama Islam. “Maka benar kata Ustadz Bachtiar Nasir, kalau di Indonesia mau nyaman jangan beragama Islam, karena kalau jadi orang Islam tidak akan pernah nyaman, sebab hanya Islam yang menyampaikan kebenaran,” tuturnya mengutip perkataan Ustadz Bachtiar Nasir akrab dipanggil UBN.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di zaman ini pemuda-pemuda rusak, perempuan melampaui batas dan tidak sedikit orang yang meninggalkan lapangan jihad.

“Coba lihat perempuan main bola kaki, pemain bintang iklan, banyak yang pamer aurat. Kalau dulu, perempuan itu dulu bercita-cita melahirkan anak yang berkuda agar bisa membebaskan Palestina, tapi sekarang cita-citanya ingin menjadi artis penyanyi di Indonesia Idol,” imbuhnya.

Zaman sekarang, tambahnya, kalau kalian sampaikan kebenaran, maka kalian akan dikatakan anti Pancasila, anti kebhinnekaan,tidak NKRI, makar, intoleran dan dikriminalkan.

“Padahal sejarah mencatat bahwa ulama umat Islam terdahulu adalah orang-orang yang turut serta menyusun Pancasila,” terangnya. Oleh karenanya, ia mengimbau agar para pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) bekasi bisa menghadapi tantangan dakwah ke depan.

Humas | panjimas.com