Ustadz Sudarno Terpilih Menjadi Ketua Dewan Dakwah Jatim

Ustaz H. Sudarno Hadi terpilih sebagai ketua baru Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jawa Timur periode 2018-2023 menggantikan H. Tamat Anshory Ismail yang sudah berakhir masa baktinya.

Penyerahan tongkat estafet itu dilakukan pada forum Silaturahim Daerah (Silatda) DDII Jatim di Ponpes Islamic Centre ElKisi dusun Kemuning, desa Mojorejo, kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto (24 – 25/3/2018) bertepatan dengan tanggal 6 – 7 Rajab 1439 H.

Forum Silatda yg terdiri atas utusan DDII kabupaten/kota se-jatim, utusan DPP DDII, dan Muslimat DDII Jatim menunjuk 5 orang formateur yang bertugas menyusun kepengurusan. Setelah bermusyawarah, ke 5 orang formatur : Drs. Avid Sholihin MM (DPP), H Tamat Anhory Ismail (Ketua demisioner), KH Fathurrahman Fadhil (Ponpes ElKisi), H. Agus Iskandar (utusan Banyuwangi), dan H. Muhamnad ‘Alim ( utusan Magetan), secara aklamasi menetapkan H Sudarno Hadi sebagai Ketua, didampingi  KH Fathurrahman Fadhil (Sekretaris) dan H Subagio Budiyanto (Bendahara). Selanjutnya dalam tempo maksimal 1 bulan formatur akan melengkapi susunan kepengurusan.

Sebagai nakhoda baru, Sudarno Hadi mengajak segenap eksponen DDII Jatim untuk bersinergi menjaga umat dan NKRI ” DDII akan senantiasa berkhidmat untuk Umat, menjaga aqidah dan beramal sosial dalam binkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, kata Sudarno dalam pidato iftitah Ketua Baru.

Semangat Sudarno, didukung pula oleh  Sekjen DPP DDII, Drs H Avid Sholihin MM yang meminta DDII Jatim bisa menjadi perekat umat.“Perbedaan,  apalagi dalam hal furu’iyah tidak perlu dibesar-besarkan. Tapi kalau itu penyimpangan, maka DDII harus ikut meluruskan”, imbuh Sholihin yang mencontohkan  organisasi Ahmadiyah sebagai penyimpangan karena berkeyakinan adanya Nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW.

Menarik dalam forum Silatda kali ini adalah orasi Kebangsaan yang disampaikan oleh Prof. Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum Partai Bulan Bintang), partai yg salah satu deklaratornya adalah DDII. Tepat dihadapan ribuan orang yang memadati gedung ElKisi, Yusril ‘mewanti- wanti’ agar kita  hati-hati terhadap tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk Indonesia adalah tentara.

“Tiongkok adalah negara yang menerapkan Wajib Militer bagi warganya. Jadi setiap warganya negaranya adalah orang-orang yang terlatih secara militer. Tinggal senjatanya saja masuk, maka bisa merepotkan kita semua”, tandas Yusril yang  berperan sebagai Laksamana Cheng Ho di film serial yang pernah diputar di salah satu stasiun TV.

Sumber : jurnalislam.com | Dok. Foto : Tribunnews