Layaknya orang yang mencari pekerjaan, sebelum ekspedisi tentunya ia sudah memikirkan antara kemampuan khusus yang dimilikinya dengan pekerjaan yang dicari sehingga timbullah kecocokan.

Banyak sekali pemuda yang bertanya, bagaimana cara mendapatkan istri yang salehah pada zaman yang semrawut ini, zaman di mana fitnah merajalela. Fitnah ini digambarkan Rasulullah dalam sabdanya, “Orang yang duduk pada zaman itu lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa tercebur ke dalamnya, ia akan terus tenggelam di dalamnya, dan barangsiapa mendapatkan tempat berlindung, hendaknya ia berlindung dengannya.” (HR. Bukhari).

Mencari pasangan ideal tentunya dimulai dari tempat yang ideal pula, seperti pondok pesantren, majelis ta’lim dan lain-lain. Karena tidak mungkin mendapatkan pasangan di tempat-tempat yang marak dengan maksiat.

Jawaban dari pertanyaan ini, seperti yang dikatakan oleh seorang ulama salaf, adalah “jika engkau ingin mendapatkan wanita seperti Fathimah, engkau pun harus menjadi seperti Ali. Sebesar ketaatanmu kepada Allah lah Dia akan memberimu istri yang dapat membantu melaksanakan ajaran agamamu dan urusan duniamu. Apa yang dianjurkan kepada para pemuda juga dianjurkan kepada para gadis.” Karena itu, Allah berfirman, Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An Nur: 26).

Ali bin Abi Thalib RA, selain ketaatannya kepada Allah dan Rasulullah yang diutamakan, ia juga memiliki sifat-sifat mulia yang sudah jarang dimiliki pemuda saat ini, seperti sifat pemalu, zuhud, pemberani, jujur dan lain sebagainya. Begitu pula Fathimah Az Zahraa yang menyamai Ali RA dalam ketaatannya kepada Allah dan ayahanda, ia juga memiliki sifat-sifat mulia khusunya zuhud atau tidak cinta terhadap dunia dan kepribadiannya yang mirip dengan Rasulullah.

Tentunya tulisan ini tidak akan mewakili dari sekian banyaknya jasa dan kepribadian mulia daripada Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az Zahraa.

Semakin dekat manusia dengan Allah, Allah akan membawakan untuknya seorang istri shalehah sesuai dengan keshalehan pribadinya. Oleh sebab itu, setiap kedekatan itu akan mencapai titik akhirnya di surga, di mana Aallah menganugerahinya bidadari-bidadari yang elok.

Sumber:

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga // Abdus Sattar Asy Syaikh // Darus Sunnah Press // 2011

Anak Cucu Nabi // Syaikh Abdul Mun’im Al Hasyimi // Pustaka Al Kautsar // 2009

Bekal Pernikahan // Syaikh Mahmud Al Mashri // Qisthi Press // 2011

Sumber Gambar: Aboutislam.net