Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun warga Desa Sukandebi Tanah Karo yang dibina Ustadz Mardjoni, turut menjadi korban tewas dari erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (21/5).

Di antaranya suami-istri beserta anak bungsu mereka yaitu Karman Milala (60), Nanin br Sitepu (54), dan Irwansyah Sembiring (17). Saat kejadian, ketiganya sedang berusaha lari dari pondok di lahan tani Desa Gamber. Dan pada hari Ahad (22/5) siang, jenazah ketiganya ditambah satu korban lain, tiba di Masjid Al Ikhlas Sukandebi.

Menurut kabar, jasad-jasad itu sudah dimandikan dan dishalati di RS Kabanjahe. Namun setelah dicek oleh Ustadz Mardjoni, ternyata belum. Maka, da’i Dewan Dakwah alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah M Natsir, ini segera memimpin pengurusan jenazah secara Islami.

Itupun sempat ditentang sebagian jamaah masjid. Pasalnya, semasa hidup, korban tidak pernah terlihat ke masjid. Malah, mereka lebih dekat ke gereja yang suka membantunya.

Dengan jaminan anak mantu dan Ustadz Mardjoni, akhirnya jenazah korban erupsi diurus secara Islami sampai tuntas dikebumikan jelang maghrib.

Ustadz Mardjoni juga memberikan sedikit santunan dari LAZIS Dewan Dakwah untuk keluarga korban pada Senin (23/5).

“Terima kasih, bapak mertua saya dimakamkan secara Islam, meskipun semasa hidupnya begitu,” kata Andre, mantu salah satu korban, dengan nada haru setengah menangis.

Bantuan sembako diantarkan LAZIS Dewan Dakwah kepada keluarga Ustadz Adnan Batubara. Akibat erupsi, Ketua MUI Kab Karo ini harus mengungsikan keluarganya di Masjid Karo Muslimin Desa Pertumbuhan, Kec Simpang Empat.[nurbowo]