Warga beragama Budha pun kebagian daging qurban. Hal ini terjadi saat pemotongan hewan qurban di Desa Sri Pendowo, Kec Bandar Sri Bhawono, Kab Lampung Timur, Provinsi Lampung, 12 September lalu.

Lukman Hakim, ketua panitia qurban Desa Sri Pendowo, menjelaskan, hewan qurban yang disembelih adalah seekor sapi atas nama Pequrban Centra Advertising, Muzaibah, Ida Nurdin, Ahmad Dimyati, Hj Nurwati Ajma’in, Sahid Al Karim, dan Nana Sulistyowati.

Sapi qurban melalui Program Qurban Multi Manfaat (QM2) LAZIS Dewan Dakwah itu dipotong di Masjid Baiturrahim, Desa Sri Pendowo. ‘’Dagingnya dibagikan untuk warga Desa Sri Pendowo, Wai Aseb, dan Desa Sri Menanti,’’ imbuh Lukman.

Risman Senjaya, penanggungjawab pelaksanaan QM2 LAZIS Dewan Dakwah di Provinsi Lampung, menjelaskan, selama ini warga mayoritas muslim Sri Pendowo mengayomi warga minoritas yang memeluk agama Budha. Mereka hampir semuanya petani, baik penggarap maupun buruh.

Sebaliknya, orang Budha juga pengertian pada orang Muslim. Pada Idul Fitri Juli 2016 misalnya, warga Budha ikut menyerahkan ‘’zakat fitrah’’ berupa bahan makanan pokok. Oleh pengurus Masjid Baiturrahim, pemberian mereka itu kemudian dibagikan kepada warga beragama Budha lainnya yang membutuhkan.

Masjid Baiturrahim sendiri awalnya adalah sebuah mushola berukuran 2,5 x 6 meter persegi yang berada di tengah permukiman pemeluk Budha. Pada 2005, mushola ini direhab menjadi sebuah masjid.

Keharmonisan warga multireligi Desa Sri Pendowo yang berjumlah 300 keluarga, lantaran dulunya mereka hampir semuanya muslim. Hingga kemudian, pada tahuan 1980-an, sebagian warga murtad memeluk Budha. Mereka menjadi jamaah sebuah vihara tua yang sudah lama berada di desa.

Tahun 2008, tokoh agama Budha yang sudah memurtadkan banyak warga, tersentuh dakwah dan akhirnya memeluk Islam. Sebagian pengikutnya pun mengikuti jejaknya.

Setelah sang tokoh wafat, tugasnya dilanjutkan anaknya, Lukman Hakim. ‘’Saya merasa bertanggung jawab untuk mengembalikan aqidah 80 Kepala Keluarga yang saat ini masih beragama Budha,’’ ungkap Lukman Hakim.

Ia menambahkan, qurban menjadi wasilah dakwah yang efektif di desanya. ‘’Semoga qurban terus ada di desa ini sehingga semua warga menjadi saudara seiman,’’ harapnya.[nurbowo]