Warga Tolak Pembangunan Gereja Sukawarna

Bandung-dewandakwah.or.id, Seratusan warga Kel.Kebonlega Kec.Bojongloa Kidul Kota Bandung yang tergabung dalam Paguyuban Pengawal NKRI melakukan unjuk didepan Kemenag Kota Bandung, Senin (23/4). Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan pembangunan gereja GBI Sukawarna Cab.Soekarno Hatta.

Menurut warga, GBI Sukawarna yang berada di Jl.Karasak Barat Rw 09 Kel.Kebonlega Kec.Bojongloa Kidul tersebut dalam keluarnya IMB prosesnya ada pelanggaran hukum. Dalam orasinya salah seorang warga mengungkapkan bahwa penolakan tersebut lebih pada aspek penegakkan hukum bukan sebab umat Islam intoleransi terhadap pembangunan gereja.

“Ada warga yang merasa tidak melakukan tanda tangan namun ada tanda tangannya seolah olah menyetujui pembangunan gereja tersebut,”ungkapnya dari atas mobil yang dilengkapi pengeras suara.

Setelah sekira satu jam melakukan orasi akhirnya beberapa perwakilan massa di terima pejabat Kemenag Kota Bandung. Namun karena Kepala Kemenag tidak ada ditempat akhirnya mereka diterima Drs Ali Abdul Latif selaku Kasubag TU.

Dalam audiensi tersebut perwakilan warga secara bergantian menyampaikan persoalan dilapangan. Mereka juga mempertanyakan pihak Kemenag Kota Bandung yang memberikan rekomendasi pendirian GBI Sukawarna tanpa lebih dulu melakukan verifikasi faktual dilapangan.

Usai menerima perwakilan warga, kepada awak media Ali Abdul Latif menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi usaha dan aspirasi warga. Namun demikian pihaknya mengaku sudah melakukan prosedur yang benar sesuai kelengkapan administrasi yang diajukan pihak panitia pembangunan gerja GBI Sukawarna.

“Rekomendasi kita keluarkan setelah memeriksa kelengkapan administrasi yang ada. GBI Sukawarna sudah keluar IMBnya dan bukan Kemenag yang mengeluarkan. Sekiranya ada prosedur yang dianggap melanggar hukum silakan warga melakukan langkah hukum juga ke PTUN karena IMB produk hukum maka tidak mungkin dibatalkan tanpa ada keputusan hukum,”sarannya.

Menjelang adzan Dhuhur massa membubarkan diri dan rencananya akan melanjutkan aksi serupa di depan Balai Kota Bandung untuk menyampaikan aspirasinya lanjutan.

Sumber : Dewan Da’wah Bandung