Hanya dalam dua pekan, tragedi kemanusiaan terjadi di belahan dunia. Dalam dua pekan (belakangan) ini, setidaknya terjadi tiga peristiwa besar yang menyebabkan banyak korban tewas dan mengguncang seantero dunia. Kejadian pertama ketika pesawat metrojet milik maskapai Rusia jatuh di sekitar Pegunungan Sinai, Mesir (30/10). Kecelakaan ini menyebabkan 200 orang lebih tewas.

Kejadian kedua adalah bom yang meledakkan basis kelompok Hizbullah di Beirut Lebanon, Kamis (12/11). Puluhan orang tewas dalam peristiwa ini. Sehari setelah kejadian kedua, terjadi tragedy kemanusiaan ketiga yang berupa rentetan penembakan dan ledakan bom di beberapa tempat di Paris, Perancis. Akibat kejadian ini, 132 nyawa tak terselamatkan.

Tiga rangkaian terror yang disinyalir melibatkan ISIS ini menimbulkan reaksi di berbagai negara. Di Indonesia beberapa perwakilan kedubes negara-negara Eropa diperketat keamanannya. Bahkan, di beberapa bandara Internasional oleh Kementerian Perhubungan diberlakukan lampu kuning, atau siaga satu. Hingga saat ini belum diketahui kapan status siaga satu ini akan dicabut

Rentetan aksi radikalislme yang semakin merajalela meruapakan mimpi buruk yang belum juga usai. Dan ini tidak saja menjadi pekerjaan rumah pemerintah selaku pemegang kekuasaan tertinggi. Tetapi juga individu setiap muslim, wajib menjaga keamanan dan stabilitas hukum di tempat masing-masing.  Oleh karena itulah, pada hari Selasa (17/11) Dewan Dakwah memenuhi undangan Rapat Terbatas Antisipasi Gerakan Radikalisme dan Antisipasi kelompok Anti Pancasila di Polda Metro Jaya. Dalam acara yang berlangsung singkat ini Kapolda yang saat itu diwakili oleh Ketua Binmas Polda, Irjen. Jajang Hasan Basri mengajak Ormas Islam untuk bersatu. Terutama dalam pengarahan dan pemahaman terhadap Radikalisme Islam.

Polda Metro Jaya bermaksud menjalin sinergi dengan Ormas Islam, salah satunya Dewan Dakwah untuk waspada terhadap Radikalisme Islam. Dewan Dakwah yang diwakili oleh Ust. Amlir Syaifa Yasin, selaku wakil ketua umum menyatakan siap bersinergi dengan Polda Metro Jaya. Khususnya dalam pembinaan dan pengarahan kepada masyarakat, bahaya-bahaya kelompok Radikal yang mengancam kesatuan NKRI. Semoga sinergi ini dapat dijalin secara seksama, sehingga masyarakat dapat “aware” waspada terhadap perkembangan kelompok-kelompok Radikal  dan sesar di lingkungan sekitarnya.