Catatan Haji 1447/2026 (1), Haji dan Deklarasi Perang Melawan Paham Syirik Modern
Selasa (19/5/2026), menjelang tengah malam, kami melewati Miqat Haji Yalamlam. Segera, di pesawat, kami – jamaah haji rombongan undangan Raja Salman – bersama-sama melantunkan ungkapan ”bismillahi Allahumma ’umratan”. Lalu, dengan lirih, kami menggemakan kalimah talbiyah: ”Labbaika Allaahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka labbaik, innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, laa syariikalaka!”
Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah)
Selasa (19/5/2026), menjelang tengah malam, kami melewati Miqat Haji Yalamlam. Segera, di pesawat, kami – jamaah haji rombongan undangan Raja Salman – bersama-sama melantunkan ungkapan ”bismillahi Allahumma ’umratan”.
Lalu, dengan lirih, kami menggemakan kalimah talbiyah: ”Labbaika Allaahumma labbaik, labbaika laa syarikalaka labbaik, innal hamda wan-ni’mata laka wal mulk, laa syariikalaka!”
Itulah kalimat yang berulangkali dilantunkan oleh jamaah haji dan umrah. Itulah ungkapan tekad dan semangat untuk meneguhkan kalimah Tauhid dan sekaligus tekad untuk melawan paham-paham syirik atau kemusyrikan.
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah! Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula semua kerajaan (adalah milik-Mu)!”
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah! Aku bisa haji tahun ini hanya atas ijin dan kehendak-Mu! Tentu, ada tugas berat yang harus aku tunaikan. Di era hegemoni sekularisme dan materialisme, sungguh berat tantangan iman yang harus kami hadapi!
Paham kemusyrikan dikemas dan dipromosikan dengan segala aneka rupa warna-warni yang memukau! Ada yang menganggap semua agama itu benar. Ada yang menyatakan, semua cara ibadah – bagaimana pun juga – semuanya sah-sah saja. Bahkan, ada yang menyatakan, Tuhan apa saja boleh disembah. Yang penting dianggap Tuhan!
Padahal, ada iman ada kufur; ada tauhid ada syirik; ada jalan lurus dan jalan yang sesat; ada yang haq dan ada yang bathil! Ada yang halal dan ada juga yang haram! Jadi, semua tidak sama!
Karena itulah, paham syirik itu begitu bahaya dan terbesar dosanya! Luqman al-Hakim mengajari anaknya, bahwa syirik adalah kezaliman yang sangat besar (QS 31:13). Sebab, manusia yang diciptakan Allah, diberi rizki oleh Allah, diberi kehidupan oleh Allah, kemudian justru tidak tahu berterimakasih dan membuat sekutu yang lain bagi Allah.
Allah memperingatkan kita semua: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS al-Maidah: 72).
Semoga kami semua mendapat haji mabrur! Iman kami semakin kokoh dan kami pun diberi kekuatan untuk menanggulangi paham-paham syirik modern! Amin. (Mekkah, 20 Mei 2026).
Berita Terkait
Catatan Haji
Catatan Haji 1447/2026 (10): Tanda Haji Mabrur: Hidup Bahagia dalam Perjuangan
Ibadah haji tahun ini sungguh satu pengalaman pendidikan yang sangat dahsyat. Apalagi, saya diundang untuk berhaji oleh Raja Salman, bersama ratusan jamaah haji dari 140 negara. Inilah panggilan Allah. Inilah takdir Allah yang harus saya jalani dan sekaligus pengalaman pendidikan diri yang sangat berkesan.
Catatan Haji
Catatan Haji 1447/2026 (9): Haji dan Penanaman Persepsi Ancaman Bersama
Salah satu ritual penting dalam rangkaian ibadah haji adalah melontar jumrah. Selama tiga hari saya menginap di Mina dan melontar batu kecil sebanyak 49. Sebagai muslim, saya melontar jumrah dengan niat ibadah saja. Itulah yang disunnahkan oleh Rasulullah saw.
Catatan Haji
Catatan Haji 1447/2026 (8): Haji dan Deklarasi Kesempurnaan Agama
Tidak diragukan lagi! Arafah adalah puncak ibadah haji. Jutaan manusia berkumpul dengan niat, ucapan, gerak dan doa yang sama! Ribuan tahun, ritual seperti ini telah berlangsung. Ini bukan ritual bikinan manusia. Ini ritual budaya Arab. Ini ritual dari Tuhan Yang Maha Esa.