Dewan Dakwah Bengkulu Gelar Kajian Duha, UAS Tegaskan Pesantren dan Dakwah Pedalaman Menjadi Kekuatan Utama Islam di Indonesia
Bengkulu, dewandakwah.or.id – Ulama nasional Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak umat Islam untuk memperkuat dukungan terhadap gerakan dakwah, khususnya perjuangan para dai yang bertugas di wilayah pedalaman dan pelosok Nusantara. Hal ini beliau sampaikan pada acara Pengajian Di Indan Pendukung Dakwah yang diselenggarakan Dewan Dakwah Bengkulu, pada Ahad, (1/11/2026) di Grage Hotel Bengkulu.
Menurutnya, keberlangsungan dakwah Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran pondok pesantren dan lembaga dakwah yang konsisten membina umat hingga ke daerah-daerah terpencil.
Pesan tersebut disampaikan UAS dalam kegiatan Kajian Dhuha bersama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Bengkulu. Dalam tausiyahnya, UAS menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu benteng utama yang menjaga kekuatan Islam di Indonesia.
“Kenapa Islam masih kuat sampai sekarang? Salah satunya karena masih ada pondok pesantren. Kalau mau menghancurkan Islam, hancurkan pesantren. Karena itu, saya sangat marah kalau ada yang mengobok-obok pesantren,” ungkapnya.
UAS menjelaskan, pesantren telah melahirkan banyak ulama dan dai yang kemudian menjadi penggerak dakwah di berbagai wilayah. Salah satu lembaga yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan tersebut adalah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.
Ia mengaku memiliki pengalaman langsung bersama para dai Dewan Dakwah yang bertugas di wilayah pedalaman. Mereka tidak hanya berdakwah melalui ceramah, tetapi juga mendampingi masyarakat, membina keislaman, serta membantu menjawab berbagai persoalan kehidupan warga setempat.
“Saya sudah melihat dengan mata kepala sendiri. Mereka inilah yang menemani saya masuk ke pedalaman. Menembus hutan, menghadapi hujan, nyamuk, dan pacat. Bahkan ada dai Dewan Dakwah yang tinggal berbulan-bulan hingga setahun di pedalaman,” tuturnya.
Menurut UAS, perjuangan para dai tersebut sering kali tidak terlihat oleh masyarakat luas. Mereka bekerja di balik layar, jauh dari publikasi dan sorotan, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan dakwah Islam.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penikmat kegiatan dakwah, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung perjuangan para dai. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah membantu pembangunan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Dewan Dakwah di Bengkulu.
UAS secara khusus mengapresiasi masyarakat yang telah menyalurkan wakaf untuk pembangunan fasilitas tersebut. Ia berharap Pusdiklat itu nantinya menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan pelatihan kader dakwah yang akan memperkuat pelayanan umat hingga ke pelosok daerah.
“Kalau Bapak dan Ibu bukan ustadz, bukan kiai, bukan ulama, tetapi ingin mendapatkan pahala dakwah sampai hari kiamat, caranya adalah mendukung pembangunan pusat pendidikan dan latihan dakwah ini,” ajaknya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan Pusdiklat merupakan investasi amal jariyah. Berbeda dengan harta benda yang akan habis atau berpindah kepemilikan, wakaf yang dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah akan terus memberikan manfaat selama digunakan.
“Sedekah yang paling bagus adalah sedekah yang tidak hilang. Sedekah tanah, itulah wakaf. Pahalanya terus mengalir,” jelasnya.
UAS turut mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan para donatur dan pewakif melalui pengelolaan yang amanah serta pelaporan perkembangan pembangunan secara berkala. Menurutnya, para donatur perlu mendapatkan informasi mengenai perkembangan pembangunan agar mengetahui bahwa amanah yang mereka titipkan benar-benar diwujudkan.
Ia bahkan mendorong Dewan Dakwah Bengkulu untuk membangun komunikasi dan silaturahmi yang berkelanjutan dengan para jamaah. Data jamaah perlu dikelola dengan baik, termasuk untuk menyampaikan informasi kegiatan, mendoakan yang sakit, memberikan ucapan pada hari kelahiran, serta menyampaikan kabar perkembangan program dakwah.
“Jangan setelah acara ini selesai, tidak ada komunikasi lagi. Sapa mereka, jaga hubungan dengan jamaah. Kalau ada yang sakit, doakan. Kalau ulang tahun, ucapkan selamat. Sentuhlah hati mereka,” pesannya.
Selain itu, UAS mendorong Dewan Dakwah Bengkulu memperkuat sosialisasi kelembagaan melalui silaturahmi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya. Ia juga menyarankan agar Dewan Dakwah menyusun profil lembaga yang memuat data para dai, latar belakang pendidikan, serta program-program dakwah yang dijalankan.
Dalam kesempatan tersebut, UAS juga menggambarkan pentingnya dakwah yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Ia mencontohkan keterlibatan kalangan perguruan tinggi untuk membantu masyarakat pedalaman melalui bidang pertanian, peternakan, teknologi, dan kesehatan.
Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya dengan menyampaikan ceramah agama. Para dai dan lembaga dakwah juga perlu hadir memberikan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat.
“Fakultas pertanian harus benar-benar menanam. Fakultas peternakan harus beternak. Fakultas teknologi harus bisa membantu masyarakat mendapatkan listrik dan air. Ilmu itu harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
UAS juga menegaskan bahwa gerakan dakwah tidak semestinya terhambat oleh perbedaan dan berbagai isu yang memecah belah umat. Ia menyatakan bahwa Dewan Dakwah merupakan bagian dari keluarga besar umat Islam yang berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.
Di akhir tausiyahnya, UAS kembali mengingatkan bahwa jabatan, kekayaan, kendaraan, dan berbagai kemewahan dunia pada akhirnya akan ditinggalkan. Hanya amal saleh yang akan menjadi bekal ketika manusia menghadap Allah SWT.
Karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan wakaf dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan bekal akhirat, sekaligus mendukung keberlanjutan dakwah Islam.
Melalui pembangunan Pusdiklat Dewan Dakwah di Bengkulu, diharapkan lahir lebih banyak kader dan dai yang siap mengemban amanah dakwah, memperkuat pembinaan umat, serta menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman dan pelosok Nusantara.
UAS berharap masyarakat Bengkulu dapat mengambil bagian dalam perjuangan tersebut sehingga keberadaan Dewan Dakwah semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
--------------------------
Mari Dukung Program Dewan Dakwah Islamiyah IndonesiaBank Muamalat Indonesia3580001727 an. DDII
Berita Terkait
Berita
Dewan Dakwah Ikuti Dauroh Intensif Ilmu Syar’i yang Digelar Atase Agama Arab Saudi
Jakarta, dewandakwah.or.id – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan Dauroh Intensif Ilmu Syar’i yang diselenggarakan oleh Atase Agama Kerajaan Arab Saudi Kantor Jakarta pada 5–7 November 2026 di Hotel Millennium, Jakarta.
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).