Kembali ke Daftar Berita
Berita

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Oleh Admin Dewan Dakwah • Kamis, 05 November 2026
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.

Syaikh Abdul Majid dan 30 Da'i tersebut disambut oleh Pimpinan Dewan Dakwah, diantaranya H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., Ketua Umum Dewan Dakwah, Dr. H. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, Sekretaris Umum Dewan Dakwah, Dr. H. Imam Zamroji, MA, Wakil Ketua Umum I, H. Teten Romly Qomaruddin, MA, Wakil Ketua Umum III, Arief Abdurahman Fadli, M.S.I, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Dr. Muhammad Hanif, M.Pd, Ketua Bidang Pelatihan, H. Heri Sahmuda Sitorus, M.Sos, Ketua Bidang Bina MPK (Masjid, Pesantren dan Kampus) serta jajaran pengurus lainnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Menara Dakwah, Jakarta, pada Rabu, (4/11/2026) tersebut, rombongan mendapatkan pengenalan mengenai sejarah, pemikiran, serta gerakan dakwah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, sekaligus berdiskusi mengenai tantangan dakwah di berbagai negara.

Syaikh Abdul Majid menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari jajaran Pengurus Dewan Dakwah. Ia menjelaskan, para peserta merupakan dai muda dari berbagai negara yang sedang mengikuti program pembinaan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, ketangguhan dakwah, serta kemampuan memahami realitas masyarakat di berbagai kawasan.

Menurutnya, tantangan dakwah tidak cukup dijawab dengan semangat semata. Seorang dai membutuhkan bekal ilmu, kompetensi, hikmah, kesabaran, dan keteladanan agar mampu menjalankan amanah dakwah secara tepat di tengah dinamika masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ke Dewan Dakwah merupakan bagian dari proses tarbiyah para dai. Dewan Dakwah, menurutnya, merupakan salah satu gerakan penting yang tidak dapat dipisahkan dari ekosistem dakwah Islam di Indonesia.

Ketua Umum Dewan Dakwah, KH. Fathurrahman, menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.

“Anggaplah tempat ini sebagai rumah sendiri, markas sendiri. Dewan Dakwah senantiasa terbuka untuk semua,” ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan kiprah Dewan Dakwah yang telah berkembang dan menyebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam melayani umat dan memperkuat gerakan dakwah di berbagai wilayah Tanah Air.

Sementara itu, Wakil ketua Umum I, Dr. Imam menjelaskan sejarah dan identitas Gedung Menara Dakwah yang menjadi pusat berbagai aktivitas dakwah dan kaderisasi dai. Gedung tersebut dikenal sebagai Menara Dakwah sekaligus pusat koordinasi kegiatan dakwah Dewan Dakwah. Nama Menara Dakwah sendiri diberikan oleh KH. Ali Yafie.

Ia juga menguraikan bahwa istilah dakwah semakin dikenal dan disosialisasikan secara luas di Indonesia melalui perjuangan para pendiri Dewan Dakwah, khususnya Bapak Mohammad Natsir. Sebelumnya, istilah yang lebih banyak digunakan dalam aktivitas penyebaran ajaran Islam adalah tabligh.

Lebih jauh, Dewan Dakwah didirikan sebagai rumah bersama kaum Muslimin yang menghimpun berbagai elemen dan kalangan umat Islam dalam bingkai Ahlus Sunnah wal Jamaah. Semangat kebersamaan tersebut menjadi fondasi gerakan dakwah yang terus diwariskan hingga saat ini.

Dalam pemaparannya, para peserta juga diperkenalkan dengan sosok Bapak Mohammad Natsir sebagai tokoh dakwah, negarawan, sekaligus penggagas Mosi Integral yang berperan penting dalam mengembalikan Indonesia ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, turut dikenalkan sosok Dr. HM. Rasjidi, Menteri Agama pertama Republik Indonesia, yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan dakwah dan pemikiran Islam di Indonesia. Beliau merupakan pimpinan Dewan Dakwah secara kolektif kolegial bersama pimpinan lainnya mengemban amanah kepemimpinan Dewan Dakwah paska Bapak Mohammad Natsir.

Dalam sesi berikutnya, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai visi dan orientasi gerakan Dewan Dakwah dari para tokoh organisasi.

"Ustadz Syuhada Bahri mengangkat tagline “Selamatkan Indonesia dengan Dakwah”. Ia menegaskan keyakinannya bahwa gerakan dakwah merupakan gerakan penyelamatan yang diwariskan oleh para nabi dan rasul, para sahabat, serta generasi terbaik umat Islam," jelasnya

Menurutnya, Dewan Dakwah berupaya melanjutkan jejak perjuangan generasi tersebut dengan menjadikan dakwah sebagai jalan untuk memperbaiki kehidupan umat dan bangsa.

Ia mengingatkan kembali pesan perjuangan Bapak Mohammad Natsir, terkait ungakapan “Risalah Merintis, Dakwah Melanjutkan”, sebagai landasan kesinambungan perjuangan dakwah.

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan lima positioning Dewan Dakwah, yaitu sebagai pengawal akidah, penegak syariah, perekat ukhuwah, penjaga NKRI, dan pendukung solidaritas dunia Islam.

Prinsip kaderisasi Dewan Dakwah juga menempatkan karakteristik dai sebagai identitas utama setiap kader. Artinya, apa pun profesi dan jabatan yang kelak diemban, seorang kader harus tetap membawa misi dakwah. 

"Dai harus menjadi identitas utama, sebelum menjadi apa pun: dai yang menjadi menteri, dai yang politisi, dai yang dosen maupun profesi lainnya," imbuhnya

KH. Teten Romly turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan. Ia menegaskan bahwa urusan dakwah merupakan urusan yang agung sehingga harus dijalankan dengan kesungguhan, ilmu, dan keimanan.

Ia menjelaskan konsep Dakwah Binaan wa Difa'an, yakni membangun dakwah melalui pembinaan yang berlandaskan ilmu dan iman yang benar, sekaligus melakukan pembelaan terhadap agama melalui gerakan yang konstitusional.

Menurutnya, umat Islam juga perlu memahami berbagai tantangan pemikiran yang dapat melemahkan kehidupan beragama, termasuk liberalisme, sekularisme, dan nativisme yang dalam praktiknya dapat muncul dengan berbagai wajah, termasuk pemahaman toleransi yang melampaui batas.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai persoalan dakwah dan dinamika hukum di negara-negara peserta.

Menanggapi hal tersebut, KH. Teten Romly menjelaskan pentingnya memahami kesamaan maupun perbedaan ketentuan hukum yang berlaku di setiap negara. Ia juga memaparkan bahwa Dewan Dakwah dalam menyikapi persoalan hukum senantiasa menggunakan perangkat hukum dan mekanisme konstitusional yang berlaku untuk mendorong penegakan peraturan perundang-undangan.

Diskusi ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan wawasan bagi para dai muda dari enam negara dalam memahami tantangan dakwah di kawasan masing-masing.

Melalui kunjungan ini, Dewan Dakwah berharap terbangun hubungan silaturahmi dan sinergi yang semakin kuat di antara para dai lintas negara. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah, pemikiran, serta model kaderisasi Dewan Dakwah sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam membangun gerakan dakwah Islam di tingkat internasional.

Dengan bekal ilmu, iman, hikmah, dan semangat persaudaraan, para dai muda diharapkan mampu menjadi generasi penerus dakwah yang tangguh, berwawasan luas, serta siap menjawab berbagai tantangan umat dan masyarakat di negara masing-masing.

Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
----------------------------
Mari Dukung Program Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
Bank Muamalat Indonesia
3580001727 an. DDII

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Pengajian Bulanan FPH Dewan Dakwah, Ajak Jamaah Jaga Kemurnian Iman Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Pengajian Bulanan FPH Dewan Dakwah, Ajak Jamaah Jaga Kemurnian Iman

Jakarta, dewandakwah.or.id — Menjaga keimanan bukan sekadar memastikan diri tetap menjalankan ibadah, tetapi juga memahami berbagai perkara yang dapat merusak bahkan membatalkan iman dan keislaman. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Pengajian Bulanan Forum Persaudaraan Haji (FPH) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang digelar pada Sabtu (31/10/2026).