KH. Dr. Fathur Rohman: Dari Haflah Ied Ngabar, Dakwah Harus Naik Kelas Jadi Gerakan Strategis
Ponorogo, dewandakwah.or.id – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., menegaskan bahwa dakwah tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Dakwah harus naik kelas menjadi gerakan strategis yang sistematis dan kolaboratif.
Ponorogo, dewandakwah.or.id – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., menegaskan bahwa dakwah tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Dakwah harus naik kelas menjadi gerakan strategis yang sistematis dan kolaboratif.
Pesan itu disampaikan dalam Haflah Ied 1447 H di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo, Ahad (26/4/2026). KH. Fathur Rohman membuka sambutan dengan permohonan maaf atas tertundanya Haflah Ied karena agenda dakwah di Mesir selama dua pekan.

Sumber Foto: tagar.co
Dakwah Tidak Bisa Sendiri
KH. Fathur Rohman menegaskan, tantangan umat hari ini mulai dari krisis akidah hingga penetrasi budaya digital tidak mungkin dihadapi sendirian. “Dewan Dakwah tidak mungkin dapat menjalankan tugas ini sendirian,” ujarnya.
Karena itu, dibutuhkan sinergi lintas elemen: ormas Islam, pesantren, hingga komunitas umat untuk membangun dakwah berbasis kolaborasi, bukan kompetisi.
Pesantren Harus Kirim Dai, Bukan Sekadar Luluskan Santri
Ia menyoroti masih banyak daerah yang kekurangan dai siap turun ke lapangan. Pesantren dalam jaringan Dewan Dakwah diminta mengambil peran konkret: mengirimkan dai ke daerah yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar program, tetapi tanggung jawab bersama umat. Dakwah tidak lagi cukup dengan ceramah sesaat, tetapi membutuhkan sosok dai yang siap membina, hadir di tengah masyarakat, dan menjadi solusi nyata,” tegasnya.

Sumber Foto: tagar.co
Jangan Hanya Bangga Sejarah, Warisi Ruh Perjuangan
KH. Fathur Rohman mengingatkan bahaya nostalgia tanpa aksi. Ia menyebut nama Mohammad Natsir dan para tokoh dakwah terdahulu. “Bukan hanya bernostalgia, tetapi mewarisi semangat juang mereka untuk kemaslahatan NKRI,” jelasnya.
Menurutnya, dakwah harus bergerak ke depan, bukan terjebak romantisme masa lalu.
Hidupkan Kembali Jaringan Dakwah
Ia juga mendorong penguatan kembali Ittihadul Ma’ahid, jaringan komunikasi pesantren dalam keluarga besar Dewan Dakwah. Jika jaringan ini hidup, dakwah akan memiliki daya jangkau luas, koordinasi kuat, dan dampak yang lebih sistemik.
Mengutip pesan almarhum Ust. Syuhada Bahri, KH. Fathur Rohman menutup dengan seruan, “Mari selamatkan Indonesia dengan dakwah.”
“Haflah Ied di Ngabar bukan sekadar agenda tahunan. Dari sini kita tegaskan bahwa Jawa Timur harus tampil sebagai lokomotif dakwah nasional: kuat dalam kader, luas dalam jaringan, dan matang dalam strategi,” tutupnya.
Pesan utama dari Ngabar jelas: dakwah harus naik kelas, dari kegiatan menjadi gerakan, dari rutinitas menjadi strategi, dari seremonial menjadi peradaban.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Reportase: Kominfo Dewan Dakwah Jatim, Muhammad Hidayatulloh & Sudono Syueb
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.