Guru Besar UI Berikan Orasi Ilmiah di Kampus Dakwah

Prof. Dr. Ibnu Hamad, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia menyampaikan Kuliah Umum di Kampus STID Mohammad Natsir, Senin, (29/1) dan Rabu, (7/2). Kuliah umum Semester Genap yang bertajuk “Mengkokohkan Dakwah Ukhuwah Melalui Pendekatan Komunikasi” ini berlangsung di dua tempat berbeda, yaitu Kampus Putra yang terletak di Bekasi dan Kampus Putri yang bertempat di Jakarta.

Ketua STID Mohammad Natsir, Ustadz Dwi budiman dalam sambutannya mengatakan dakwah ukhuwah merupakan program utama yang digaungkan oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.

Oleh karena itu, STID Mohammad Natsir sebagai kampus yang berada di bawah naungannya akan ikut mendorong suksesnya da’wah ukhuwah sehingga persatuan umat akan terwujud.

“Salah satunya dengan menyelenggarakan Kuliah Umum bertema dakwah ukhuwah bersama Profesor Ibnu Hamad,” katanya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Ibnu, menyampaikan kondisi yang akan dihadapi oleh para dai ketika di lapangan menurut sudut pandang ilmu komunikasi. Kata beliau, ada dua golongan yang saling tarik menarik ibarat dua medan kutub yang berbeda. Ada golongan yang berdakwah menyeru pada ukhuwah atau persatuan, ada pula pula golongan yang menyeru pada perpecahan.

Jika ditinjau dari ilmu komunikasi, ada 3 proses komunikasi yang saling berkaitan yaitu signing, framing, dan priming. Signing, yaitu proses memilih lambang bahasa baik verbal maupun verbal, baik dari pilihan kata, idiom, susunan kalimat, hingga struktur wacana.

Framing, yaitu proses memilih fakta dalam bentuk contoh kasus, data, yang akan dimasukkan kedalam dan atau dikeluarkan dari wacana.

Priming, yaitu proses pemilihan waktu, tempat, media, situasi dalam menampilkan untuk menonjolkan wacana di depan publik.

Untuk kepentingan ukhukwah akan dilakukan signing yang mengikat persatuan; sebaliknya ditujukan untuk firqah maka akan dilakukan signing yang memecah belah.

Untuk kepentingan ukhuwah akan dilakukan pemilihan fakta mengenai urgensi persatuan dengan contoh-contoh indahnya persatuan beserta faidahnya; sebaliknya wacana yang ditujukan untuk firqah maka akan memuat contoh-contoh yang memecah belah.

Beliau menghimbau agar kader dai dan daiyah STID Mohammad Natsir menyerukan dakwah di jalan Allah bukan dakwah kepada yang lain. Dengan demikian, dakwah akan memberi efek persatuan atau ukhuwah, bukan memberikan efek perpecahan golongan.

Menurut Prof. Ibnu, jika menghendaki persatuan umat, pesan dakwah yang disampaikan para da’i sebaiknya berupa hal-hal yang ushuliyah serta mengandung maqasidu syar’iyah.

Sehingga perbedaan-perbedaan yang terjadi bisa diatasi dengan hukum-hukum asalnya serta berdasarkan tujuan syariyah secara umum.Di akhir acara, beliau juga menghimbau agar kita bisa berdakwah melalui medsos. Dengan menggunakan rumus yang beliau sampaikan, berupa accses, read, memorize dan share pesan tersebut akan mudah dikonsumsi oleh publik. Acara pun ditutup dengan sesi tanya jawab, mahasiswa begitu antusias dalam sesi tanya jawab tersebut.