Pengalaman Sembuh dari Tinnitus: Kembali Mendengar Dunia Tanpa Suara Berdengung

Pengalaman sembuh dari tinnitus – Tinnitus, gangguan pendengaran yang membuat penderitanya mendengar suara berdengung atau berdering di telinga, bisa menjadi pengalaman yang menyiksa. Namun, tahukah Anda bahwa kondisi ini bisa diatasi? Berikut kisah sukses penyintas tinnitus yang berhasil kembali mendengar dunia tanpa suara berdengung.

Perjalanan penyembuhan tinnitus tidaklah mudah, namun dengan tekad yang kuat dan strategi yang tepat, kondisi ini dapat dikelola. Dari terapi suara hingga teknik relaksasi, berbagai pilihan pengobatan tersedia untuk membantu Anda meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Gejala dan Penyebab Tinnitus

Tinnitus adalah kondisi di mana seseorang mendengar suara bising atau dengungan di telinga mereka, padahal tidak ada suara eksternal yang sebenarnya. Gejala ini bisa sangat mengganggu dan berdampak pada kualitas hidup.

Penyebab Tinnitus

Penyebab tinnitus bervariasi, namun yang paling umum meliputi:

  • Kerusakan pada sel-sel rambut di telinga bagian dalam (koklea)
  • Paparan suara keras dalam waktu lama
  • Penumpukan kotoran telinga
  • Infeksi telinga
  • Penyakit Meniere (gangguan telinga bagian dalam)

Faktor Risiko Tinnitus

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tinnitus meliputi:

  • Usia (lebih umum pada orang dewasa yang lebih tua)
  • Paparan kebisingan yang berlebihan
  • Merokok
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diabetes

Jenis-jenis Tinnitus

Sahaja

Tinnitus merupakan kondisi yang menyebabkan penderitanya mendengar suara bising di telinga, meskipun tidak ada suara eksternal yang sebenarnya. Terdapat dua jenis utama tinnitus, yaitu tinnitus subjektif dan tinnitus objektif.

Tinnitus Subjektif

Tinnitus subjektif adalah jenis tinnitus yang paling umum. Ini disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam atau jalur saraf pendengaran. Suara yang didengar oleh penderita tinnitus subjektif hanya dapat didengar oleh penderita itu sendiri.

Tinnitus Objektif

Tinnitus objektif adalah jenis tinnitus yang jarang terjadi. Ini disebabkan oleh suara yang sebenarnya dihasilkan oleh tubuh, seperti aliran darah melalui pembuluh darah atau gerakan otot. Suara ini dapat didengar oleh orang lain di sekitar penderita.

Diagnosa Tinnitus

Mendapatkan diagnosis tinnitus yang akurat sangat penting untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang tepat. Berikut adalah prosedur diagnostik umum yang digunakan untuk mengidentifikasi tinnitus:

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk mencari kelainan yang dapat menyebabkan tinnitus. Pemeriksaan ini dapat membantu menyingkirkan penyebab organik seperti infeksi, gangguan pendengaran, atau masalah pada struktur telinga.

Tes Pendengaran

Tes pendengaran, seperti audiometri, mengukur ambang pendengaran seseorang dan mengidentifikasi gangguan pendengaran yang mungkin berkontribusi pada tinnitus. Tes ini dapat menentukan tingkat dan jenis gangguan pendengaran, yang membantu dokter membedakan antara tinnitus akibat gangguan pendengaran dan jenis tinnitus lainnya.

Pencitraan

Pencitraan, seperti CT scan atau MRI, dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab organik tinnitus seperti tumor atau kelainan struktur telinga. Pencitraan dapat membantu mengidentifikasi penyebab mendasar yang mungkin memerlukan perawatan khusus.

Tinnitus Matching

Tinnitus matching adalah tes di mana pasien mendengarkan berbagai suara untuk mencoba mencocokkan frekuensi dan tingkat kenyaringan tinnitus mereka. Tes ini dapat membantu menentukan jenis dan tingkat keparahan tinnitus.

Pengobatan Tinnitus

Pengalaman sembuh dari tinnitus

Tinnitus, atau bunyi dering di telinga, dapat menjadi gangguan yang mengganggu. Meski tidak ada obat yang bisa menyembuhkan tinnitus secara permanen, ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat membantu mengelola gejalanya.

Perawatan tinnitus bertujuan untuk mengurangi persepsi bunyi dering dan meningkatkan kualitas hidup. Pemilihan pengobatan terbaik tergantung pada tingkat keparahan tinnitus, penyebab yang mendasarinya, dan preferensi pribadi pasien.

Terapi Suara

Terapi suara melibatkan penggunaan suara eksternal untuk menutupi atau menekan suara tinnitus. Ini dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti:

  • White noise: Suara latar yang berkelanjutan dan tidak berirama, seperti suara kipas angin atau hujan.
  • Musik: Mendengarkan musik yang menenangkan atau berirama dapat membantu mengalihkan perhatian dari tinnitus.
  • Tinnitus masker: Perangkat yang menghasilkan suara khusus yang dirancang untuk menutupi suara tinnitus.

Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah jenis psikoterapi yang membantu pasien mengubah cara berpikir dan merespons tinnitus. CBT dapat mengajarkan teknik-teknik seperti:

  • Penerimaan: Menerima tinnitus sebagai bagian dari hidup dan belajar untuk menghadapinya tanpa merasa tertekan.
  • Pengalihan perhatian: Mempelajari cara mengalihkan perhatian dari tinnitus ke aktivitas atau pikiran yang menyenangkan.
  • Relaksasi: Teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang terkait dengan tinnitus.
BACA JUGA  Pengalaman Sembuh dari Tinnitus: Kembalikan Kedamaian di Telingamu

Perangkat Bantuan Pendengaran

Perangkat bantuan pendengaran dapat memperkuat suara sekitar untuk mengimbangi tinnitus. Ini dapat membantu membuat suara tinnitus menjadi kurang terlihat.

  • Perangkat bantuan pendengaran standar: Menguatkan semua suara, termasuk tinnitus.
  • Perangkat bantuan pendengaran dengan generator suara: Menghasilkan suara latar yang membantu menutupi tinnitus.
  • Perangkat bantuan pendengaran dengan teknologi penyaringan: Memfilter suara tertentu, termasuk tinnitus.

Obat-obatan

Beberapa obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi gejala tinnitus, meskipun penggunaannya terbatas dan dapat memiliki efek samping.

  • Benzodiazepin: Obat penenang yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres yang terkait dengan tinnitus.
  • Antidepresan: Beberapa antidepresan dapat membantu mengurangi persepsi tinnitus.
  • Kortikosteroid: Obat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan di telinga, yang terkadang dapat menyebabkan tinnitus.

Terapi Suara

Terapi suara merupakan pendekatan yang memanfaatkan suara untuk meredakan gejala tinnitus. Ada dua jenis utama terapi suara:

Terapi Masking, Pengalaman sembuh dari tinnitus

Terapi masking melibatkan penggunaan suara yang menenangkan, seperti derau putih atau merah muda, untuk menutupi suara dering di telinga. Dengan menutupi suara tinnitus, terapi masking dapat membantu meredakan persepsi dan gangguan yang ditimbulkannya.

Terapi Habituasi

Terapi habituasi bertujuan untuk melatih otak untuk mengabaikan suara tinnitus. Ini dilakukan dengan secara bertahap mengekspos pasien pada suara tinnitus dengan volume yang meningkat dari waktu ke waktu. Dengan membiasakan otak pada suara, terapi habituasi dapat membantu mengurangi keparahan dan dampak tinnitus.

Terapi suara dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mengelola tinnitus, namun penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang akan mengalami hasil yang sama. Konsultasikan dengan profesional medis untuk menentukan apakah terapi suara tepat untuk Anda.

Terapi Kognitif-Perilaku (CBT)

CBT merupakan pendekatan terapi yang membantu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir serta perilaku negatif yang memperburuk tinnitus. Dengan berfokus pada hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan, CBT bertujuan untuk memodifikasi respons individu terhadap tinnitus dan mengurangi dampaknya pada kesejahteraan.

Prinsip utama CBT untuk tinnitus meliputi:

  • Mengidentifikasi pikiran dan keyakinan negatif yang memperburuk tinnitus.
  • Menantang dan mengubah pikiran-pikiran yang tidak membantu ini.
  • Mengembangkan keterampilan koping yang sehat untuk mengelola tinnitus.

Teknik CBT untuk Tinnitus

Berbagai teknik CBT dapat digunakan untuk mengelola tinnitus, antara lain:

  • Restrukturisasi Kognitif:Membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pikiran yang tidak membantu menjadi pikiran yang lebih realistis dan positif.
  • Latihan Relaksasi:Teknik seperti pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif membantu mengurangi stres dan kecemasan yang terkait dengan tinnitus.
  • Terapi Pemaparan:Secara bertahap mengekspos individu pada suara tinnitus dalam lingkungan yang terkontrol, sehingga membantu mereka membiasakan diri dan mengurangi reaksi negatif.

Bukti Efektivitas CBT

Studi klinis telah menunjukkan efektivitas CBT untuk tinnitus. Sebuah tinjauan tahun 2018 menemukan bahwa CBT secara signifikan mengurangi keparahan tinnitus, kecemasan, dan depresi pada individu dengan tinnitus.

CBT juga dapat diintegrasikan dengan strategi manajemen tinnitus lainnya, seperti terapi suara dan manajemen stres, untuk meningkatkan hasil.

Panduan Mempraktikkan CBT untuk Tinnitus

  1. Identifikasi pikiran dan keyakinan negatif yang memperburuk tinnitus.
  2. Tantang pikiran-pikiran ini dan kembangkan pikiran yang lebih realistis dan positif.
  3. Praktikkan teknik relaksasi untuk mengurangi stres dan kecemasan.
  4. Terapkan terapi pemaparan secara bertahap untuk membiasakan diri dengan suara tinnitus.
  5. Carilah dukungan dari terapis atau kelompok pendukung untuk bimbingan dan motivasi.

Pengobatan Alternatif

Selain pengobatan medis konvensional, beberapa pengobatan alternatif juga telah dieksplorasi untuk meredakan tinnitus.

Berikut beberapa pengobatan alternatif yang perlu dipertimbangkan, beserta potensi manfaat dan risikonya:

Akupunktur

  • Akupunktur melibatkan penusukan jarum halus ke titik-titik tertentu pada tubuh.
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupunktur dapat mengurangi keparahan tinnitus.
  • Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi kemanjuran akupunktur untuk tinnitus.

Pengobatan Herbal

  • Beberapa herbal, seperti ginkgo biloba dan rosemary, telah digunakan secara tradisional untuk mengobati tinnitus.
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa herbal ini dapat meningkatkan aliran darah ke telinga, yang berpotensi mengurangi tinnitus.
  • Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan efektivitas dan keamanan pengobatan herbal untuk tinnitus.

Terapi Suara

  • Terapi suara melibatkan mendengarkan suara tertentu untuk menutupi atau mengurangi tinnitus.
  • Beberapa jenis terapi suara yang umum digunakan antara lain terapi white noise, pink noise, dan musik.
  • Terapi suara dapat memberikan kelegaan sementara dari tinnitus, tetapi tidak mengobatinya secara permanen.
BACA JUGA  Pengalaman Sembuh dari Tinnitus: Kembalikan Kedamaian di Telingamu

Penting untuk dicatat bahwa pengobatan alternatif ini belum terbukti efektif secara konsisten untuk tinnitus. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengevaluasi kemanjuran dan keamanannya.

Jika kamu mempertimbangkan pengobatan alternatif untuk tinnitus, bicarakan dengan dokter terlebih dahulu untuk mendiskusikan potensi manfaat dan risikonya.

– Pengaruh Tinnitus pada Kualitas Hidup

Tinnitus, atau telinga berdenging, bukan hanya gangguan yang mengganggu, tapi juga dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup secara keseluruhan. Dari gangguan fisik hingga efek psikologis dan sosial, tinnitus dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Dampak Fisik

Tinnitus dapat menyebabkan berbagai gejala fisik, seperti:

  • Gangguan tidur
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Gangguan konsentrasi

Dampak Psikologis

Tinnitus juga dapat berdampak negatif pada kesehatan psikologis, antara lain:

  • Kecemasan
  • Depresi
  • Stres
  • Irritabilitas

Dampak Sosial

Tinnitus dapat memengaruhi interaksi sosial dan hubungan, seperti:

  • Kesulitan berkomunikasi
  • Penarikan diri dari aktivitas sosial
  • Konflik dalam hubungan

Dukungan dan Sumber Daya

Mencari dukungan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia sangat penting untuk mengelola tinnitus secara efektif. Berbagai kelompok dukungan dan organisasi menawarkan bantuan dan informasi kepada penderita tinnitus.

Kelompok Dukungan

  • Kelompok dukungan tatap muka memungkinkan penderita tinnitus untuk terhubung dengan orang lain yang mengalami kondisi serupa, berbagi pengalaman, dan mendapatkan dukungan emosional.
  • Kelompok dukungan online menyediakan platform bagi penderita tinnitus untuk berdiskusi, berbagi tips, dan mencari dukungan dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

Organisasi

  • Organisasi seperti American Tinnitus Association (ATA) dan Tinnitus UK menyediakan informasi, sumber daya, dan dukungan kepada penderita tinnitus.
  • Organisasi ini menyelenggarakan acara, menerbitkan buletin, dan menawarkan program bantuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada penderita tinnitus.

Sumber Daya Online dan Cetak

Selain kelompok dukungan dan organisasi, terdapat banyak sumber daya online dan cetak yang dapat memberikan informasi dan bantuan tambahan bagi penderita tinnitus:

  • Situs web seperti ATA dan Tinnitus UK menawarkan informasi komprehensif tentang tinnitus, termasuk penyebab, perawatan, dan strategi manajemen.
  • Buku dan artikel yang ditulis oleh para ahli tinnitus memberikan panduan dan wawasan tentang cara mengelola kondisi ini secara efektif.

Dukungan Sosial

Dukungan sosial sangat penting untuk mengelola tinnitus. Berbicara dengan keluarga, teman, atau profesional kesehatan dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan perasaan terisolasi, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Berbagi pengalaman dengan orang yang pengertian dapat memberikan validasi dan membantu penderita tinnitus merasa kurang sendirian. Mendapatkan dukungan emosional dan praktis dari orang lain dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan tinnitus.

Peran Dokter dalam Pengelolaan Tinnitus

Dokter memainkan peran penting dalam mengelola tinnitus. Mereka bertanggung jawab untuk mendiagnosis kondisi tersebut, menentukan penyebab yang mendasarinya, dan memberikan pilihan pengobatan yang sesuai. Berikut ini adalah beberapa peran penting dokter dalam pengelolaan tinnitus:

Diagnosis Tinnitus

Dokter menggunakan berbagai tes untuk mendiagnosis tinnitus, termasuk pemeriksaan fisik, tes pendengaran, dan pencitraan otak. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya dan menentukan tingkat keparahan tinnitus.

Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien sangat penting dalam pengelolaan tinnitus. Dokter harus menjelaskan kondisi tersebut dengan jelas, membahas pilihan pengobatan, dan menjawab pertanyaan pasien secara menyeluruh. Pasien juga harus merasa nyaman mendiskusikan gejala dan kekhawatiran mereka dengan dokter.

Tindak Lanjut dan Pemantauan

Tindak lanjut dan pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk penderita tinnitus. Dokter akan memantau gejala pasien, menyesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan, dan memberikan dukungan berkelanjutan. Pasien juga harus secara teratur menghadiri janji temu tindak lanjut untuk memastikan bahwa tinnitus mereka dikelola dengan baik.

Penelitian Terbaru tentang Tinnitus

Tinjauan Studi Penelitian

Studi terbaru telah mengeksplorasi penyebab, mekanisme, dan pengobatan tinnitus. Studi-studi ini menggunakan berbagai metode penelitian, termasuk survei, studi klinis, dan penelitian pencitraan.

Temuan Utama

Studi-studi ini telah mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap tinnitus, termasuk kerusakan sel-sel rambut di telinga bagian dalam, stres, dan gangguan tidur. Mereka juga menemukan bahwa tinnitus dapat dikelola dengan berbagai terapi, termasuk terapi suara, terapi perilaku kognitif, dan obat-obatan.

Implikasi untuk Pengobatan

Temuan ini telah memberikan wawasan berharga bagi dokter dalam mengobati tinnitus. Mereka sekarang dapat menyesuaikan perawatan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan tinnitus. Selain itu, penelitian berkelanjutan sedang dilakukan untuk mengembangkan pengobatan baru yang lebih efektif.

BACA JUGA  Pengalaman Sembuh dari Tinnitus: Kembalikan Kedamaian di Telingamu

Prospek Penelitian Masa Depan

Penelitian masa depan akan terus berfokus pada mengidentifikasi penyebab tinnitus dan mengembangkan perawatan yang lebih efektif. Studi juga akan mengeksplorasi penggunaan teknologi baru, seperti stimulasi otak, dalam pengobatan tinnitus.

Kesenjangan Penelitian

Meskipun ada kemajuan signifikan dalam penelitian tinnitus, masih ada kesenjangan pengetahuan. Misalnya, belum sepenuhnya dipahami bagaimana tinnitus berkembang dan bagaimana cara terbaik untuk mencegahnya.

Referensi

Daftar referensi yang komprehensif dari semua studi yang ditinjau akan disediakan setelah publikasi artikel.

Kisah Sukses: Pengalaman Sembuh dari Tinnitus

Pengalaman sembuh dari tinnitus

Tinnitus, gangguan pendengaran yang ditandai dengan suara berdenging atau berdengung di telinga, bisa sangat mengganggu dan melemahkan. Namun, banyak orang telah berhasil mengelola dan bahkan menyembuhkan tinnitus mereka. Berikut adalah beberapa strategi yang telah terbukti efektif:

Perubahan Gaya Hidup

Mengubah gaya hidup tertentu dapat membantu mengurangi gejala tinnitus. Hal ini meliputi:

  • Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
  • Berhenti merokok
  • Tidur yang cukup
  • Mengelola stres melalui teknik seperti yoga atau meditasi

Terapi Suara

Terapi suara melibatkan penggunaan suara untuk mengurangi gejala tinnitus. Teknik ini dapat mencakup:

  • Terapi white noise: Memutar suara white noise dapat membantu menutupi suara tinnitus.
  • Terapi musik: Mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu mengalihkan perhatian dari tinnitus.
  • Terapi masking: Menggunakan alat bantu dengar yang memancarkan suara tingkat rendah untuk menutupi tinnitus.

Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan yang dapat memperburuk tinnitus. Beberapa teknik yang bermanfaat meliputi:

  • Relaksasi otot progresif
  • Terapi pernapasan dalam
  • Visualisasi

Terapi Kognitif-Perilaku

Terapi kognitif-perilaku (CBT) adalah jenis terapi bicara yang dapat membantu mengubah pikiran dan perilaku negatif yang memperburuk tinnitus. CBT dapat membantu penderita tinnitus untuk:

  • Mengidentifikasi dan menantang pikiran yang memperburuk tinnitus
  • Mengembangkan strategi koping yang sehat
  • Menerima dan hidup berdampingan dengan tinnitus

Mengatasi tinnitus bisa menjadi perjalanan yang sulit, tetapi dengan strategi yang tepat, banyak penderita tinnitus dapat menemukan kelegaan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Tabel: Pengalaman Sembuh Dari Tinnitus

Berikut adalah tabel yang membandingkan perawatan tinnitus yang berbeda berdasarkan efektivitas, efek samping, dan biaya:

Perawatan Efektivitas Efek Samping Biaya
Terapi Suara Cukup efektif Biasanya tidak ada Murah
Terapi Kognisi Perilaku (CBT) Cukup efektif Jarang Sedang
Perangkat Masking Efektif untuk beberapa orang Dapat menyebabkan ketidaknyamanan Sedang hingga mahal
Obat-obatan Efektivitas bervariasi Dapat menyebabkan efek samping Sedang hingga mahal
Terapi Neurostimulasi Efektivitas bervariasi Dapat menyebabkan efek samping Mahal

Tinnitus: Suara Misterius di Telingamu

Tinnitus adalah kondisi yang menyebabkan sensasi suara dering, dengungan, atau desisan di telinga, padahal tidak ada suara dari luar yang memicunya. Kondisi ini bisa sementara atau permanen, dan intensitasnya bisa bervariasi dari ringan hingga berat.

Penyebab Tinnitus

Penyebab pasti tinnitus belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan, antara lain:

  • Kerusakan sel rambut di telinga bagian dalam
  • Paparan suara keras
  • Penyakit Meniere
  • Cedera kepala
  • Gangguan pembuluh darah

Gejala Tinnitus

Gejala utama tinnitus adalah sensasi suara yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara ini bisa bervariasi dalam nada, intensitas, dan durasi.

  • Dering
  • Dengungan
  • Desisan
  • Klik
  • Suara gemuruh

Dampak Tinnitus

Tinnitus dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Gejalanya dapat menyebabkan:

  • Kesulitan tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Stres dan kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan pendengaran

Diagnosis Tinnitus

Diagnosis tinnitus biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan. Dokter mungkin juga melakukan tes pendengaran untuk menilai tingkat gangguan pendengaran.

Pengobatan Tinnitus

Tidak ada obat untuk tinnitus, tetapi ada beberapa perawatan yang dapat membantu meredakan gejala, seperti:

  • Terapi suara
  • Konseling
  • Obat-obatan
  • Perangkat bantu dengar

Ringkasan Akhir

Kisah ini membuktikan bahwa tinnitus bukanlah akhir dari segalanya. Dengan dukungan yang tepat dan semangat pantang menyerah, Anda dapat mengatasi gangguan ini dan kembali menikmati hidup yang tenang dan penuh suara.

Panduan Tanya Jawab

Apakah tinnitus bisa disembuhkan?

Tidak ada obat pasti untuk tinnitus, namun gejala-gejalanya dapat dikelola dan dikurangi dengan pengobatan yang tepat.

Apa saja penyebab umum tinnitus?

Penyebab tinnitus beragam, termasuk paparan suara keras, penumpukan kotoran telinga, dan kondisi medis tertentu.

Bagaimana cara mendiagnosis tinnitus?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pendengaran untuk menyingkirkan penyebab medis yang mendasari dan menentukan jenis tinnitus.

Leave a Comment