Panduan Lengkap Rukun Shalat: Pengertian, Jenis, Tata Cara, dan Pentingnya

Rukun shalat, pilar-pilar penting dalam ibadah ini, memegang peranan krusial dalam keabsahan dan kesempurnaan shalat. Memahami rukun shalat secara komprehensif akan membimbing kita dalam melaksanakan shalat yang benar dan sesuai tuntunan.

Mari kita selami lebih dalam seluk-beluk rukun shalat, mulai dari pengertian, jenis, tata cara, hingga pentingnya menjaga rukun-rukun tersebut.

Pengertian Rukun Shalat

Sholat, sebagai ibadah wajib bagi umat Islam, memiliki tata cara pelaksanaan yang sudah ditentukan. Tata cara ini terdiri dari beberapa komponen penting yang disebut rukun sholat. Tanpa adanya rukun-rukun ini, sholat dianggap tidak sah.

Jumlah Rukun Shalat

Jumlah rukun sholat adalah 13, yaitu:

  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Ruku’
  5. I’tidal
  6. Sujud
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Tasyahud Awal
  9. Shalawat Nabi pada Tasyahud
  10. Salam Pertama
  11. Duduk Salam
  12. Salam Kedua
  13. Tertib

Macam-Macam Rukun Shalat

Dalam shalat, ada 13 gerakan dan bacaan yang harus dilakukan secara berurutan. Gerakan dan bacaan ini disebut dengan rukun shalat. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka shalat tersebut tidak sah.

Berikut adalah macam-macam rukun shalat:

Niat

Niat adalah syarat sahnya shalat. Niat harus diucapkan dalam hati sebelum memulai shalat. Niat shalat adalah bermaksud untuk melaksanakan shalat tertentu, seperti shalat fardu, shalat sunnah, atau shalat qada.

Takbiratul Ihram, Rukun shalat

Takbiratul ihram adalah ucapan “Allahu Akbar” yang diucapkan saat memulai shalat. Takbiratul ihram ini menandakan dimulainya shalat.

Berdiri Tegak

Setelah takbiratul ihram, kita harus berdiri tegak menghadap kiblat. Posisi berdiri ini harus tegak lurus, tidak boleh membungkuk atau miring.

Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah berdiri tegak, kita harus membaca surat Al-Fatihah. Surat Al-Fatihah adalah surat pembuka dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 7 ayat.

BACA JUGA  Apa Manfaat Sholat Tahajud?

Rukuk

Setelah membaca surat Al-Fatihah, kita harus rukuk. Rukuk adalah gerakan membungkukkan badan dengan meletakkan kedua tangan di atas lutut.

I’tidal

Setelah rukuk, kita harus i’tidal. I’tidal adalah gerakan berdiri tegak kembali setelah rukuk.

Sujud

Setelah i’tidal, kita harus sujud. Sujud adalah gerakan meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan ujung kaki di lantai.

Duduk di antara Dua Sujud

Setelah sujud, kita harus duduk di antara dua sujud. Posisi duduk ini adalah duduk di atas tumit dengan kedua tangan diletakkan di atas paha.

Sujud Kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, kita harus sujud kedua. Sujud kedua ini sama dengan sujud pertama.

Duduk Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua, kita harus duduk tasyahud akhir. Duduk tasyahud akhir adalah duduk di atas kaki kiri dengan kaki kanan ditegakkan.

Membaca Tasyahud Akhir

Setelah duduk tasyahud akhir, kita harus membaca tasyahud akhir. Tasyahud akhir adalah bacaan yang berisi pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salam

Setelah membaca tasyahud akhir, kita harus mengucapkan salam. Salam adalah ucapan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” yang diucapkan dua kali, yaitu ke kanan dan ke kiri.

Tata Cara Melaksanakan Rukun Shalat

Sobat Hipwee, shalat merupakan ibadah wajib yang mesti ditunaikan oleh umat Islam. Biar ibadahnya sah, lo mesti paham tata cara melaksanakan rukun shalat. Tenang, Hipwee bakal ngebantu lo ngerti langkah demi langkahnya. Cus, simak!

Niat

Niat itu penting banget dalam shalat. Niat menentukan jenis shalat yang lo kerjakan. Misalnya, niat shalat Subuh, Dzuhur, Ashar, atau Maghrib. Niatnya dibaca dalam hati ya, nggak perlu diucapin keras-keras.

Takbiratul Ihram, Rukun shalat

Setelah niat, langsung ucapkan takbiratul ihram, “Allahu Akbar”. Sambil ngomong gitu, angkat kedua tangan lo sampai sejajar bahu. Ini tandanya lo udah mulai shalat.

BACA JUGA  Doa Qunut Subuh: Panduan Lengkap Membaca Sendiri

Membaca Al-Fatihah

Abis takbiratul ihram, langsung baca surat Al-Fatihah. Bacaannya pendek kok, cuma tujuh ayat. Kalau lo belum hafal, bisa lihat mushaf atau baca dari aplikasi.

Rukuk

Setelah baca Al-Fatihah, langsung rukuk. Caranya, bungkukkan badan lo sampai tangan nyampe ke lutut. Bacaan rukuknya, “Subhana Rabbiyal ‘Adzim”.

I’tidal

Setelah rukuk, langsung berdiri tegak lagi. Bacaan i’tidalnya, “Sami’allahu liman hamidah”.

Sujud

Setelah i’tidal, langsung sujud. Caranya, taruh kening, hidung, kedua tangan, dan kedua lutut lo ke lantai. Bacaan sujudnya, “Subhana Rabbiyal A’la”.

Duduk di antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, langsung duduk di antara dua sujud. Bacaan duduknya, “Rabbighfirli”.

Sujud Kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, langsung sujud lagi. Bacaan sujudnya sama kayak sujud pertama, “Subhana Rabbiyal A’la”.

Tasyahud Awal

Setelah sujud kedua, langsung duduk tasyahud awal. Bacaannya, “Attahiyyatu lillahi wasshalawat …” sampai selesai.

Shalawat

Setelah tasyahud awal, baca shalawat. Bacaannya, “Allahumma salli ‘ala Muhammad …”

Salam

Setelah shalawat, langsung salam. Caranya, putar kepala lo ke kanan dan kiri sambil ngucapin, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah”.

Pentingnya Menjaga Rukun Shalat

Rukun shalat adalah pilar-pilar utama yang harus dipenuhi agar shalat dianggap sah. Menjaga rukun shalat sangat penting karena beberapa alasan:

Menjaga rukun shalat menunjukkan kesempurnaan ibadah. Ketika semua rukun terpenuhi, shalat kita dianggap sempurna dan akan dihitung sebagai amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT.

Konsekuensi jika salah satu rukun shalat tidak dipenuhi:

  • Shalat menjadi tidak sah. Jika salah satu rukun shalat ditinggalkan atau tidak dipenuhi dengan benar, maka shalat tersebut dianggap tidak sah dan harus diulang.
  • Tidak mendapatkan pahala shalat. Shalat yang tidak sah tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, sehingga kita kehilangan kesempatan untuk memperoleh pahala dari ibadah ini.
BACA JUGA  Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu: Panduan Lengkap

Sunah-Sunah dalam Shalat

Rukun shalat

Sunah-sunah dalam shalat adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilakukan dalam shalat. Melakukan sunah-sunah ini dapat menambah pahala dan kesempurnaan shalat kita.

Tata Cara Melakukan Sunah-Sunah Shalat

Terdapat beberapa tata cara dalam melakukan sunah-sunah shalat, di antaranya:

  • Membaca tahiyat awal
  • Membaca doa iftitah
  • Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat atau ayat pendek setelah Al-Fatihah

Manfaat Melakukan Sunah-Sunah Shalat

Melakukan sunah-sunah dalam shalat memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Menambah pahala shalat
  • Menyempurnakan shalat
  • Mendapat syafaat dari Rasulullah SAW
  • Menjadi bekal di akhirat

Ringkasan Penutup

Menjaga rukun shalat tidak hanya memastikan sahnya ibadah kita, tetapi juga menunjukkan kesungguhan kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan rukun shalat dengan baik, kita dapat memperoleh ketenangan jiwa, pahala yang berlimpah, dan hubungan yang lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saja syarat sah shalat?

Suci dari hadas dan najis, menghadap kiblat, menutup aurat, dan masuk waktu shalat.

Apakah boleh menambah atau mengurangi rukun shalat?

Tidak boleh, karena rukun shalat telah ditetapkan dalam syariat dan tidak dapat diubah.

Leave a Comment