Daurah Pra-Nikah: Menikah Bukan Hanya Mencari Pasangan, Juga Mengemban Amanah
Jakarta, dewandakwah.or.id — Pernikahan tidak cukup dipersiapkan dengan menemukan pasangan. Ada ilmu yang perlu dipelajari, tanggung jawab yang harus dipahami, serta kesiapan mental dan spiritual untuk menjalani kehidupan bersama. Pesan itu mengemuka dalam Daurah Pra-Nikah yang digelar Dewan Dawah Islamiyah Indonesia melalui Divisi Keluarga Sakinah, Bidang Muslimat dan Ketahanan Keluarga, di Aula Sakinah, Kompleks Pusdiklat Dewan Da’wah, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad (27/9/2026).
Jakarta, dewandakwah.or.id — Pernikahan tidak cukup dipersiapkan dengan menemukan pasangan. Ada ilmu yang perlu dipelajari, tanggung jawab yang harus dipahami, serta kesiapan mental dan spiritual untuk menjalani kehidupan bersama.
Pesan itu mengemuka dalam Daurah Pra-Nikah yang digelar Dewan Dawah Islamiyah Indonesia melalui Divisi Keluarga Sakinah, Bidang Muslimat dan Ketahanan Keluarga, di Aula Sakinah, Kompleks Pusdiklat Dewan Da’wah, Cipayung, Jakarta Timur, Ahad (27/9/2026).
Mengangkat tema “Menikah: Menjaga Fitrah, Menyempurnakan Ibadah—Meluruskan Makna Pernikahan di Tengah Generasi yang Ragu”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta, baik ikhwan maupun akhwat.
Daurah dirancang sebagai ruang pembekalan bagi generasi yang tengah mempersiapkan diri menuju kehidupan rumah tangga. Peserta tidak hanya diajak berbicara tentang pasangan, tetapi juga mengenai makna pernikahan, amanah, tanggung jawab, serta tujuan membangun keluarga.
Pernikahan Bukan Sekadar Memiliki Pasangan
Ustadz Herfi Gulam Faizi, Lc., M.Ag., yang menjadi pemateri utama, mengawali pembahasan dengan QS. Ar-Rum ayat 21. Ayat tersebut menggambarkan pernikahan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah melalui hadirnya pasangan, ketenteraman (sakinah), serta kasih sayang (mawaddah wa rahmah).
Kerangka tersebut menempatkan pernikahan lebih jauh dari sekadar relasi antara laki-laki dan perempuan.
Pernikahan, kata dia dalam pembekalannya, juga menyentuh kebutuhan manusia untuk memperoleh ketenteraman, kedekatan, dan ruang untuk bertumbuh bersama.
Pembahasan kemudian diperluas dengan merujuk pemikiran Erich Fromm tentang cinta dan kebutuhan manusia untuk mengatasi keterasingan serta kesepian. Perspektif tersebut menjadi pintu masuk untuk mengajak peserta memahami bahwa relasi dalam pernikahan perlu dibangun di atas pemahaman, kedewasaan, dan tanggung jawab, bukan semata-mata perasaan.
Dengan demikian, keinginan menikah perlu berjalan beriringan dengan kesiapan untuk menjalani konsekuensinya.
Ilmu Sebelum Akad
Pesan penting lainnya yang mengemuka dalam daurah adalah pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki bahtera rumah tangga.
Kesiapan menikah tidak berhenti pada keinginan untuk memiliki pasangan. Calon pasangan juga perlu membekali diri dengan ilmu, kesiapan menjalankan peran, kemampuan memikul tanggung jawab, serta kesadaran bahwa kehidupan rumah tangga merupakan bagian dari ibadah.
Perspektif tersebut menjadi penting di tengah perubahan sosial yang membuat generasi muda menghadapi tantangan baru dalam memandang relasi, komitmen, dan keluarga.
Selain materi utama, peserta mendapatkan pembinaan dari Nur Awalia, S.Sos.I., M.Sos., dari KUA Kecamatan Cipayung, melalui materi Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Binwin) “5 Pilar Nikah”.
Materi tersebut memberikan pembekalan yang lebih praktis agar calon pasangan memiliki gambaran mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Menyiapkan Rumah Tangga Sebelum Menyiapkan Pernikahan
Daurah Pra-Nikah Dewan Da’wah menegaskan satu pesan sederhana, pernikahan bukan hanya persoalan siapa yang akan menjadi pasangan, melainkan siapa yang siap menjadi suami atau istri dan menjalankan amanahnya.
Karena itu, persiapan pernikahan idealnya tidak dimulai ketika akad sudah ditentukan. Ia dimulai jauh sebelumnya—ketika seseorang bersedia belajar tentang dirinya, memahami tanggung jawab, memperbaiki kedewasaan, dan menyiapkan orientasi spiritual dalam membangun keluarga.
Rumah tangga yang dibangun dengan ilmu dan ketaatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menemukan ketenteraman, tetapi juga menjadi ruang untuk menyempurnakan ibadah dan bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah.
Melalui Daurah Pra-Nikah, Dewan Da’wah menghadirkan ruang edukasi keluarga yang menempatkan pernikahan bukan sekadar sebagai tujuan hidup, tetapi sebagai amanah dan perjalanan ibadah yang membutuhkan persiapan serius sejak sebelum akad.
Humas Dewan Dakwah
Reportase: Bidang Muslimat dan Ketahanan Keluarga
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.