Kembali ke Daftar Berita
Berita

Dewan Dakwah Bekali Santriwati Ar-Rahmah Ngawi Hadapi Tantangan Dakwah Bagi Gen-Z

Oleh Admin Dewan Dakwah • Senin, 15 Juni 2026
Dewan Dakwah Bekali Santriwati Ar-Rahmah Ngawi Hadapi Tantangan Dakwah Bagi Gen-Z

Ngawi, dewandakwah.or.id– Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menguatkan barisan kader dakwah putri melalui kegiatan "Pembekalan Kelas Akhir Pondok Pesantren Islam Putri Ar-Rahmah Ngawi". Kegiatan bertema “Tantangan Dakwah Generasi Z dan Bagaimana Peran Kita” ini dilaksanakan pada Senin (15/06/2026)

Ngawi, dewandakwah.or.id– Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menguatkan barisan kader dakwah putri melalui kegiatan "Pembekalan Kelas Akhir Pondok Pesantren Islam Putri Ar-Rahmah Ngawi". Kegiatan bertema “Tantangan Dakwah Generasi Z dan Bagaimana Peran Kita” ini dilaksanakan pada Senin (15/06/2026)

Pembekalan ini diikuti oleh 58 santriwati dari Unit Kulliyatul Mu’allimat KMA dan Program Tahfidz Al-Qur’an. Acara berlangsung antusias sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan visi dakwah bagi santriwati yang akan memasuki fase pengabdian di masyarakat.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Adli Nur Annasiri, S.Sos, Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Bela Diri Dewan Dakwah Pusat. 

Dalam pemaparan materinya, beliau mengupas tantangan dakwah yang dihadapi Gen-Z saat ini. Derasnya arus informasi, krisis identitas, pengaruh budaya populer, hingga tantangan ideologi yang mengancam pemahaman keislaman generasi muda.

“Karena itu dibutuhkan kader dakwah yang punya pemahaman Islam yang benar, kemampuan komunikasi yang baik, serta semangat pengabdian kepada umat,” tegas Ustadz Adli.

Selain pembekalan materi, kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia kepada santriwati. Mulai dari sejarah perjuangan, visi, hingga gerakan dakwah yang dibangun para ulama dan tokoh bangsa.

Dewan Dakwah menegaskan komitmen melahirkan kader dai yang siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah yang masih minim pelayanan dakwah.

Kegiatan ini juga mewariskan nilai semangat dakwah di pedalaman Nusantara yang menjadi fokus gerakan Dewan Dakwah. Para peserta diajak peduli pada masyarakat daerah terpencil dan menyiapkan diri menjadi penggerak dakwah yang membawa manfaat bagi umat.

Sebagai bagian dari penyiapan kader dakwah, Ustadz Adli mengajak santriwati melanjutkan perjuangan dakwah lewat pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir. Tujuannya memperkuat kapasitas keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian di medan dakwah.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum strategis membangun kembali hubungan dan sinergi antara Dewan Dakwah Pusat dengan Ponpes Islam Putri Ar-Rahmah Ngawi yang merupakan bagian keluarga besar Dewan Dakwah. 

"Diharapkan kerja sama ini terus berkembang dalam program pembinaan, kaderisasi, dan pengabdian umat ke depan," imbuh Ust Adli

Dengan bekal ilmu dan semangat dakwah yang kuat, Dewan Dakwah optimis santriwati Ar-Rahmah Ngawi siap menjadi daiyah yang mencerahkan dan solutif bagi Gen-Z.

Humas Dewan Dakwah

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.