Dewan Dakwah Hadiri Ijtimak Haraki ke-8 WADAH Malaysia, ABIM & PKPIM, Dorong Generasi Muda Muslim Melek Geopolitik dan Tantangan Era Digital
Malaysia, dewandakwah.or.id — Perubahan geopolitik dunia dan derasnya arus digital menjadi tantangan baru bagi generasi muda Muslim. Karena itu, umat Islam tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi dan konsumen informasi, tetapi perlu memiliki kemampuan membaca perubahan global dan menentukan sikap berdasarkan ilmu dan kesadaran. Pesan tersebut mengemuka dalam Ijtimak Haraki ke-8 WADAH Malaysia, ABIM, dan PKPIM yang dirangkai dengan Seminar Antarbangsa Geopolitik dan Perubahan Global di Pusat...
Malaysia, dewandakwah.or.id — Perubahan geopolitik dunia dan derasnya arus digital menjadi tantangan baru bagi generasi muda Muslim. Karena itu, umat Islam tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi dan konsumen informasi, tetapi perlu memiliki kemampuan membaca perubahan global dan menentukan sikap berdasarkan ilmu dan kesadaran.
Pesan tersebut mengemuka dalam Ijtimak Haraki ke-8 WADAH Malaysia, ABIM, dan PKPIM yang dirangkai dengan Seminar Antarbangsa Geopolitik dan Perubahan Global di Pusat Kebudayaan dan Kesenian Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Universiti Putra Malaysia (UPM), Serdang, Sabtu (26/9/2026).
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia turut hadir dalam agenda tersebut. Delegasi Dewan Dakwah diwakili oleh Pjs. Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM. Acara tersebut turut dihadiri Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Anwar Ibrahim yang menutup rangkaian kegiatan, serta Menteri Hal Ehwal Agama Malaysia, YB Senator Dr. Zulkifli Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, H. Fathurrahman menekankan pentingnya generasi muda Muslim memahami dinamika geopolitik yang tengah membentuk arah dunia. Menurutnya, perubahan politik global tidak dapat dipandang sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan umat. Berbagai perubahan kekuatan dunia, konflik, ekonomi, teknologi, hingga perkembangan ruang digital pada akhirnya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Generasi muda perlu memahami geopolitik umat Islam. Tidak cukup hanya memahami persoalan di lingkungan terdekat, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana perubahan politik dan kekuatan dunia memengaruhi kehidupan umat,” ungkapnya.
Jangan Sekadar Menjadi Konsumen Budaya Digital
H. Fathurrahman juga mengingatkan generasi muda agar tidak larut dalam derasnya arus budaya digital. Kemajuan teknologi memang membuka peluang besar untuk belajar dan membangun jejaring, tetapi pada saat yang sama dapat membuat seseorang mengikuti tren dan arus informasi tanpa memiliki kemampuan untuk membaca konteksnya.
Karena itu, generasi muda Muslim perlu membangun kesadaran kritis terhadap berbagai perkembangan yang berlangsung di dunia. “Generasi muda harus lebih sadar terhadap realitas global—tidak hanya menjadi konsumen informasi digital, tetapi juga memiliki pemahaman dan sikap terhadap perkembangan yang terjadi,” ujarnya.
Ia mengajak generasi muda Muslim untuk membuka cakrawala dan tidak hanya menjadi pengguna teknologi. “Generasi muda Muslim perlu 'melek' (open your eyes) terhadap perubahan geopolitik dan kekuatan digital. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi atau mengikuti arus budaya digital, tetapi perlu memiliki pemahaman yang kuat agar mampu membaca perubahan dunia dan menentukan sikap secara sadar,” tegasnya.
Zulkifli Hasan: Kembangkan Politik Kemanusiaan
Sementara itu, dalam sambutannya, YB Senator Dr. Zulkifli Hasan menyoroti berbagai tantangan geopolitik mutakhir sekaligus menawarkan pentingnya pengembangan politik kemanusiaan sebagai pendekatan gerakan Islam dalam menghadapi perubahan global.
Menurutnya, politik kemanusiaan perlu dibangun dengan mengedepankan prinsip wasathiyah, rahmatan lil 'alamin, dan maqashid syariah. “Politik kemanusiaan perlu dikembangkan sebagai pendekatan yang mengedepankan prinsip wasathiyah, rahmatan lil 'alamin dan maqashid syariah. Dengan pendekatan tersebut, gerakan Islam diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai kekuatan yang menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh manusia,” ungkapnya.
Zulkifli juga mengingatkan bahwa persaingan global hari ini tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer dan pengaruh geopolitik. Geoekonomi menjadi salah satu arena penting yang turut menentukan posisi suatu bangsa dan kawasan. Kondisi tersebut menuntut gerakan Islam untuk memperluas cakrawala perjuangannya. Penguasaan ilmu, kata Zulkifli, tidak cukup berhenti pada bidang keagamaan, tetapi juga perlu merambah berbagai bidang strategis seperti ekonomi, teknologi, keamanan siber, ketahanan pangan, dan energi.
Ia juga mendorong WADAH, ABIM, dan PKPIM untuk memperluas kerja sama regional dengan membangun jaringan sarjana, generasi muda, serta organisasi-organisasi kemanusiaan di kawasan.
Anwar Ibrahim: Kebangkitan Islam Harus Berbasis Ilmu
Pada sesi penutupan, Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Anwar Ibrahim menyampaikan pesan yang mengutip pemikiran almarhum Siddiq Fadzil tentang pentingnya membangun kebangkitan Islam melalui ilmu dan kesadaran. Menurutnya, kebangkitan Islam tidak cukup dibangun melalui luapan semangat, emosi, maupun sentimen. Gerakan Islam membutuhkan kekuatan ilmu yang mampu melahirkan kesadaran, pencerahan, dan sikap insaf dalam kehidupan.
“Gerakan kesadaran yang membawa nama Islam akan kehilangan pijakan apabila hanya digerakkan oleh amarah dan sentimen, terlebih jika sampai membenarkan praktik adu domba. Karena itu, kebangkitan umat perlu dibangun melalui tradisi intelektual yang kuat dan berpijak pada idealisme perjuangan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa ukuran sebuah gerakan Islam tidak semata-mata terletak pada kuatnya slogan yang dikumandangkan, tetapi pada sejauh mana nilai dan prinsip perjuangan tersebut diwujudkan dalam kehidupan nyata. Anwar juga mengingatkan agar identitas Islam maupun Melayu tidak dijadikan sekadar kendaraan politik yang justru mengabaikan akhlak dan idealisme perjuangan. Menurutnya, sebuah gerakan yang membawa nama Islam perlu menjaga prinsip moral dan tidak menjadikan kebencian, fitnah, maupun cacian sebagai instrumen perjuangan.
Dalam konteks penguatan gerakan, Anwar menekankan pentingnya mempertahankan tradisi usrah sebagai salah satu sarana pembentukan karakter dan kesinambungan perjuangan. Tradisi tersebut, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan penguatan khazanah turats Islam, sehingga gerakan memiliki fondasi intelektual dan arah perjuangan yang kokoh.
Dewan Dakwah Siap Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Pengusaha Muslim ASEAN
Kehadiran Dewan Dakwah dalam forum tersebut juga menghasilkan agenda kerja sama lanjutan di bidang ekonomi dan ketahanan pangan. Dewan Dakwah disepakati menjadi tuan rumah Pertemuan ASEAN Muslim Chamber of Commerce (Persatuan Pengusaha Muslim ASEAN) yang direncanakan berlangsung pada November–Desember 2026 mendatang.
Pertemuan tersebut akan mengangkat tema ketahanan pangan (food security), sebuah isu strategis yang semakin penting di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global. Forum ini direncanakan mempertemukan para pengusaha Muslim dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, dan China.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat jejaring ekonomi umat sekaligus membangun kolaborasi konkret di bidang ketahanan pangan di kawasan. Bagi Dewan Dakwah, rangkaian agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dakwah dan kerja sama umat lintas negara—dari penguatan pemikiran dan kaderisasi generasi muda hingga kolaborasi ekonomi yang menyentuh kebutuhan strategis umat.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.