Du'aat Rabbaani dan Penguatan 'Aqidah Umat dalam Menghadapi Ghazwul Fikri Kontemporer
Allah 'azza wa jalla berfirman:?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ????? ??????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???? ??????????????"Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushshilat/ 41: 33)
Oleh: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA.
Wakil Ketua Umum III (Bidang Kajian, Fatwa dan Riset) Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia
A. Dustur Rabbani
1. Allah 'azza wa jalla berfirman:
?????? ???????? ??????? ??????? ?????? ????? ??????? ???????? ???????? ??????? ???????? ???? ??????????????
"Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushshilat/ 41: 33)
??? ??? ????? ??????? ??????? ??? ?????? ????? ????? ??? ?? ?????? ???? ????? ?? ????? ?????
"Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka hendaknya kalian mengikutinya. Dan kalian jangan mengikuti jalan-jalan yang lain [selain jalan tadi], maka kalian akan menemukan cerai berai dari jalan-Nya. Demikianlah Ia [Allah] mewasiatkan untuk kalian, mudah-mudahan kalian bertaqwa." (QS. Al-An'aam/ 6: 153)
2. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
???? ??? ????? ?? ?? ??? ????? ????? ??? ????? ??????? ??????? ???????? ?????? ????????
“Orang-orang adil dari setiap generasi belakangan [pasca Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam] akan memikul ilmu [ajaran agama ini], yang akan menyelamatkannya dari tiga golongan perusak; penyimpangan orang-orang keterlaluan/ ekstrim, rancangan skenario orang-orang batil dan interpretasi orang-orang bodoh." (HR. Ahmad, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anh).
3. Pandangan para ulama, di antaranya:
???? ?????? ????? ????? ????? ?????? ???? ?? ??? ??? ?????: ??? ????? ????????. ??????? ??? ?? ???? ?? ????? ?????? ?? ????? ??? ??? ???? ?????? ????: ?? ??????? ?? ?????? ??????? ?????? ?????? ??? ?????? ?????? ?????? ????????? ?? ?????? ?????? ????? ??? ?????? ?????
"Ahli kesesatan itu adalah mereka yang senang memecah belah agama mereka sendiri hingga bersekte-sekte. Mereka itu terdiri dari ahli bid'ah dan ahli syubuhat sebagaimana dikatakan Imam Mujahid. Mereka berpegang teguh dengan perkara bid'ah dan akal yang penuh syubhat pula. Ditegaskan Imam Ahmad: Mereka senang bersilang pandangan dan menyelisihi Kitabullaah, membangun argumennya dengan dalil mutasyabihat, lalu menyesatkan manusia dengan kemutasyanihannya itu." (Lihat: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah dalam Al-Furqaan Bainal Haqq wal Baathil)
B. Mengapa Harus Kembali Pada 'Aqidah?
1. Iman itu pasti
2. Memaknai kaidah: Fa innad da'watal islaamiyyata bi duuni 'ashabatin laa tatimmu (Lihat: Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah)
3. Kembali pada 'Aqidah Tauhid (Lihat: madrasahabi-umi.com)
C. Kebenaran Versus Kebatilan
1. Hakikat dan sumber kebenaran _al-haqq]
2. Hakikat dan sumber Kebatilan [al-baathil], (Lihat: "Kasyfus Syubuhaat" madrasahabi-umi.com)
3. Memaknai kaidah: Jaa'al haqq wa zahaqal baathilu
D. Du'aat Rabbaani Dalam Perspektif Dakwah Binaa-an dan Difaa'an
1. Memaknai Du'aat Rabbaani; Da'i yang 'Aalim, Da'i yang Faqih, Da'i yang Halim, Da'i yang Hakim dan Da'i yang memelihara Taqwa
2. Memaknai dakwah Binaa-an; "Memetakan dakwah berupa pembinaan umat, membersihkan mereka dengan Tauhidullaah [tashfiyah] dan membekalinya dengan ilmu [tarbiyah]".
3. Memaknai dakwah Difaa'an; "Memetakan dakwah dengan cara melakukan penangkalan dan pengawalan pada umat dari berbagai upaya penyimpangan dan penodaan ajaran agama".
E. Kewajiban Dakwah di Tengah Penyimpangan 'Aqidah dan Arus Ghazwul Fikri
1. Fitnah terbesar abad ini adalah: Tarkul Amri bil Ma'ruuf wan Nahyi 'anil Munkar
2. Sebab-sebab penyimpangan 'aqidah; Talbiisul haqq bil baathil, taqdiimul 'aqli 'alal wahyi, tahriiful Qur'an was Sunnah, ta'wiilul mutasyaabihaat, al-ghuluw fid diin, al-ibtidaa fid diin, ittibaa'ul hawaa, al-akhdzu bi ba'dhil aayaat wal hadiits wa tarku bi ba'dhihimaa, katsratul khilaaf bi ghairi 'ilmin, muwaalaatul kaafiriin dan intihaalul mubthiliin
3. Arus-arus Ghazwul Fikri; Menanamkan keragu-raguan [tasykiik], Menanamkan distorsi [tasywiyyah], melakukan penetrasi budaya [tadzwib] dan pembaratan [taghrib].
3. Tantangan Ghazwul Fikri kontemporer (segala bentuk kemungkaran berpikir yang bersifat kekinian)
F. Solusi dan Rekomendasi
?????? ???????? ???? ?????? ??????? ??? ?????? ??? ?????? ??? ??????? ?????? ??????? ????????? ?????? ???? ????? ????? ??? ???? ??????? ?????? ???? ??????? ???? ???? ??? ????? ??????? ????????
"Pelajarilah oleh kalian Islam! Apabila kalian telah belajar, janganlah berpaling ke kanan dan ke kiri. Wajib bagi kalian berpijak pada shiratal mustaqim dan berpegang pada sunnah Nabi, serta meneladani apa yang ditempuh para shahabatnya. Jauhilah hawa nafsu yang dapat mencampakkan pada permusuhan dan kebencian." (Lihat: Uraian Abul 'Aaliyah di Al-Maktabah as-Syaamilah al-Hadiitsah: al-maktaba.org)
Beberapa catatan sebagai pertimbangan solusi dan rekomendasi:
1. Berpegang pada ashaalatul Islaam dalam pembaharuan
2. Menjalankan Islaamiyatul hayaat dalam segala kehidupan
3. Menghidupkan tafaqquh fid diin
4. Mengokohkan ukhuwwah dan menyepakati common enemy
5. Menguatkan isti'aanatu billaah dalam perjuangan
Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa
Berita Terkait
Artikel
Maadzaa Ta'rifu 'Anil Hautsiyyiin; Apa yang Anda Ketahui Tentang Kelompok Hautsi?
Berita perang dan serangan milisi kelompok Hautsiyyiin Yaman yang menghiasi media dua bulan terakhir ini, di antaranya: 15 September 2026 terlaporkan drone Hautsi memasuki wilayah selatan yang mengarah Mekkah, 26 September 2026 pasukan Saudi mencegat dua drone yang mengarah menuju Riyadh, 3-4 Oktober 2026 dengan rudal balistiknya pasukan Hautsi membidik perusahaan minyak Aramco Riyadh, 10 Oktober 2026 mereka berhasil menyasar Bandara Internasional King Khalid Riyadh. Eskalasi perang yang semakin...
Artikel
Ber-Islam Ala Shahabat Nabi; Ikhtiar Menjadi Generasi Pewaris Kebaikan
Oleh: KH. Teten Romly Qomaruddien, MA (Ketua Pusat Kajian dan Ghazawul Fikri Dewan Dakwah)Saat kata “Islam” disebut, maka tidak ada yang lebih tepat untuk disandarkan terhadap kata tersebut melainkan Allah ‘azza wa jalla dan Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula, saat menyebut keduanya tidak bisa dilepaskan dari sumber yang diturunkan dan dibawakan, yakni Kitaabullaah dan Sunnah Nabi. Karena itulah, tidak keliru apabila para ulama selalu menyandingkan antara Islam dengan Sunn...
Artikel
Bahaya Korupsi Ilmu di Perguruan Tinggi
Imam al-Ghazali menulis rumus penting dalam Ihya’ Ulumiddin: ”Rakyat rusak karena penguasa (umara) rusak, umara rusak karena ulama rusak, dan ulama rusak karena cinta harta dan kedudukan”.