Kembali ke Daftar Berita
Berita

Jelang Tasyakur ke-30 Tahun, Forum Persaudaraan Haji Dewan Dakwah Berangkatkan Dai Pedalaman ke Tanah Suci

Oleh Admin Dewan Dakwah • Selasa, 06 Oktober 2026
Jelang Tasyakur ke-30 Tahun, Forum Persaudaraan Haji Dewan Dakwah Berangkatkan Dai Pedalaman ke Tanah Suci

Jakarta, dewandakwah.or.id — Menyongsong usia ke-30 tahun pada 2027 mendatang, Forum Persaudaraan Haji (FPH) Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia menyiapkan serangkaian kegiatan yang tidak sekadar menjadi perayaan milad, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, ukhuwah, dan penghormatan terhadap para dai yang telah mengabdikan hidupnya di medan dakwah.

Jakarta, dewandakwah.or.id — Menyongsong usia ke-30 tahun pada 2027 mendatang, Forum Persaudaraan Haji (FPH) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menyiapkan serangkaian kegiatan yang tidak sekadar menjadi perayaan milad, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, ukhuwah, dan penghormatan terhadap para dai yang telah mengabdikan hidupnya di medan dakwah.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan dengan memberangkatkan Ustadz Muhammad Rois, dai yang telah mengabdikan dirinya di wilayah pedalaman Timor Leste sejak 1981. Ia merupakan salah seorang dai yang ditugaskan oleh Allahuyarham Bapak Mohammad Natsir untuk menjalankan misi dakwah di wilayah tersebut.

Ustadz Muhammad Rois diberangkatkan menunaikan ibadah umrah pada Selasa, 6 Oktober 2026, melalui travel milik Dewan Dakwah, Hudaya Safari. Perjalanan ibadah tersebut didampingi Ustaz Dr. Imam Zamroji, M.A., sebagai pembimbing yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Pemberangkatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi FPH DDII terhadap dedikasi panjang para dai yang menjalankan tugas dakwah di wilayah-wilayah yang penuh tantangan. Bagi FPH DDII, perjalanan dakwah tidak hanya berbicara tentang panggung dan sorotan publik. Di balik perkembangan dakwah di berbagai daerah, terdapat para dai yang bertahun-tahun mengabdikan diri jauh dari pusat-pusat perhatian.

“Memberangkatkan Ustaz Muhammad Rois adalah ikhtiar kecil untuk memberikan penghormatan kepada seorang dai yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di medan dakwah,” ungkap H. Indra Datuk Bandaro Basa, Ketua FPH DDII.

Menyongsong puncak tasyakur pada 2027, FPH DDII juga telah membentuk panitia pelaksana rangkaian kegiatan selama satu tahun ke depan. Kepanitiaan tersebut dipimpin H. Rizky Avecena, jamaah FPH angkatan ke-29 tahun 2024.

Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan, mulai dari program sosial hingga agenda penguatan silaturahmi dan ukhuwah antarjamaah FPH DDII lintas angkatan.

"Di bidang sosial, FPH DDII merencanakan kegiatan donor darah, kunjungan ke panti yatim dan panti jompo, serta berbagai aktivitas sosial lainnya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat," lanjutnya

Sementara itu, agenda Halal Bihalal (HBH) pada Maret 2027 akan kembali menjadi salah satu kegiatan utama. FPH DDII berencana menghadirkan dai nasional untuk memberikan tausiyah dan memperkuat semangat kebersamaan jamaah.

Tradisi menghadirkan dai dan tokoh nasional tersebut telah dilakukan FPH DDII sejak 2022. Sejumlah tokoh yang pernah mengisi agenda tersebut antara lain Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Derry Sulaiman, Dr. Hidayat Nur Wahid, hingga Prof. KH Didin Hafidhuddin.

"Untuk agenda 2027, FPH DDII merencanakan menghadirkan Ustaz Adi Hidayat, dengan tetap menyesuaikan ketersediaan waktu dan agenda beliau," pungkasnya 

Rangkaian Tasyakur 30 tahun FPH DDII akan mencapai puncaknya pada September 2027 melalui program umrah bersama lintas angkatan. Tidak hanya ibadah umrah, perjalanan tersebut juga dirancang dengan agenda tur ke Turki selama 12 hari, sehingga menjadi perpaduan antara perjalanan spiritual, ukhuwah, dan napak tilas sejarah peradaban Islam. Perjalanan tersebut direncanakan dibimbing oleh Buya Mas'adi Sulthani, M.A. dan Ustaz Kasyful Anwar, Lc.

Ketua FPH DDII, H. Indra Datuk Bandaro Basa, menegaskan bahwa rangkaian tasyakur ke-30 bukan semata-mata agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali ikatan jamaah yang telah terbangun selama tiga dekade.

Sejak berdiri pada 13 Juli 1997, FPH DDII telah menjadi salah satu ruang silaturahmi dan pembinaan jamaah yang mempertemukan berbagai latar belakang dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap dakwah.

Memasuki tiga dekade perjalanan, FPH DDII ingin menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat pengabdian, memperluas manfaat, dan mempererat ukhuwah lintas generasi.

Tasyakur ke-30, dengan demikian, bukan sekadar tentang menoleh ke belakang. Ia menjadi titik tolak untuk menatap perjalanan dakwah ke depan—dengan semangat yang lebih kuat, kepedulian yang lebih luas, dan ukhuwah yang semakin kokoh.

Humas Dewan Dakwah 

Editor: Abu Dzakir

Berita Terkait

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026) Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)

Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional Berita
05 November 2026 • Oleh Admin Dewan Dakwah

Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional

Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.