Menyambut 51 Tahun MUI, Ketum Dewan Dakwah Ingatkan Pesan Buya HAMKA: Ulama Sejati Tak Dapat Dibeli
Jakarta, dewandakwah.or.id - Pada 26 Juli 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berumur 51 tahun. Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengingatkan kembali pesan ketua umum MUI pertama, Buya Hamka. Bahwa, ulama sejati tidaklah dapat dibeli, sebab ulama telah lama terjual. Pembelinya ialah Allah.
Jakarta, dewandakwah.or.id - Pada 26 Juli 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berumur 51 tahun. Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengingatkan kembali pesan ketua umum MUI pertama, Buya Hamka. Bahwa, ulama sejati tidaklah dapat dibeli, sebab ulama telah lama terjual. Pembelinya ialah Allah.
Buya Hamka adalah Ketua Umum MUI pertama. Hamka menjabat Ketua Umum MUI mulai 1975 sampai wafat tahun 1981. Pesan Buya Hamka itu disampaikan dalam acara penutupan Munas MUI ke-1 di Jakarta, 27 Juli 1975.
Dalam pidatonya, Buya Hamka mengingatkan, bahwa para ulama pengurus MUI adalah penerus perjuangan ulama-ulama terdahulu. Atas ajakan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan, memberikan nasehat kepada pemerintah – diminta atau tidak diminta – dan agar memperteguh Ketahanan Nasional dari segi kerohanian, kata Buya Hamka, “Terbukalah bagi kita yang datang di belakang ini jalan buat meneruskan amal usaha dan jihad.”
“Amar ma’ruf nahi munkar adalah pekerjaan yang sungguh-sungguh berat, menyebut mudah, melaksanakannya sangat sukar. Kalau iman tidak kuat gagallah usaha kita… Memang sangat berat memikul beban ini. Kalau gelar ulama kita terima, padahal perbaikan diri, terutama peningkatan iman tidak kita mulai pada diri kita sendiri, niscaya akan turut hanyutlah kita dalam gelombang zaman sebagai sekarang, dimana orang berkejar-kejaran karena dorongan ambisi mencari dunia, mencari pangkat, mengambil muka kepada orang di atas, menjilat sehingga pernah terdengar suara-suara yang mengatakan: bahwa ulama bisa dibeli,” kata Buya Hamka.
Hamka menegaskan, bahwa ulama sejati, waratsatul anbiyaa, tidaklah dapat dibeli. Sebab ulama telah lama terjual. Pembelinya ialah Allah. Hamka mengutip QS at-Taubah ayat 111: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman, jiwa raganya dan harta bendanya, dan akan dibayar dengan sorga.” (Pidato Buya Hamka dimuat dalam buku berjudul “Majelis Ulama Indonesia” terbitan Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan (1976).
*****
Menurut Ketum DDII Dr. Adian Husaini, dalam usianya yang ke-51 tahun, MUI telah berperan penting dalam perkembangan dakwah di Indonesia. “Semoga Allah memberikan bimbingan kepada para pimpinan dan pengurus MUI seluruh Indonesia, agar dapat mengemban amanah yang sebaik-baiknya,” tutur Dr. Adian yang juga anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat.
Ketum DDII pun mengingatkan kembali rumus penting yang pernah disampaikan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin, bahwa rakyat rusak karena penguasa rusak; penguasa rusak karena ulama rusak; ulama rusak karena cinta dunia dan cinta jabatan.
Selamat Milad MUI ke-51, semoga Allah SWT senantiasa melindungi, membimbing, dan menyayangi para ulama kita. Amin.
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.