Perkuat Sinergi Dakwah Internasional, Dewan Dakwah Tandatangani MoU dengan Yayasan Nasehat dan Taujih
Depok, dewandakwah.or.id — Gerakan dakwah memasuki fase yang menuntut kapasitas lebih besar, jejaring lebih luas, dan kolaborasi lintas batas. Merespons tantangan tersebut, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia memperkuat sinergi dakwah internasional melalui kerja sama dengan Yayasan Nasehat dan Taujih. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Yayasan Nasehat dan Taujih dalam pembukaan Pelatihan Da'i Skala Internasional...
Depok, dewandakwah.or.id — Gerakan dakwah memasuki fase yang menuntut kapasitas lebih besar, jejaring lebih luas, dan kolaborasi lintas batas. Merespons tantangan tersebut, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia memperkuat sinergi dakwah internasional melalui kerja sama dengan Yayasan Nasehat dan Taujih.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Yayasan Nasehat dan Taujih dalam pembukaan Pelatihan Da'i Skala Internasional di Gedung Yayasan Nasehat dan Taujih, Tapos, Depok, Ahad (4/10/2026).
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia diwakili oleh Wakil Ketua Umum II Dewan Da'wah Pusat, Dr. Ahmad Misbahul Anam, M.A., dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Arief Abdurrahman Fadli, Lc., M.S.I.
Program tersebut mempertemukan 30 peserta dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Selama tiga bulan, para peserta akan mengikuti rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi sebagai bagian dari upaya mencetak dai yang memiliki kapasitas keilmuan, ketangguhan dakwah, serta kemampuan membaca realitas masyarakat di berbagai kawasan.
Kehadiran peserta dari enam negara menjadikan pelatihan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas dai, tetapi juga ruang membangun jejaring dakwah lintas negara.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Pembina Yayasan Nasehat dan Taujih, Ust. Ahmad Farid Okbah, Lc., M.A., Direktur Yayasan Nasehat dan Taujih, Syaikh Abdul Majid, perwakilan organisasi masyarakat Islam, antara lain Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis dakwah.
Dalam sambutannya, Syaikh Abdul Majid menekankan bahwa tantangan dakwah tidak cukup dijawab dengan semangat, tetapi memerlukan ilmu, kompetensi, hikmah, kesabaran, dan keteladanan.
Menurutnya, seorang dai harus memiliki kesiapan menghadapi kompleksitas masyarakat sekaligus mampu memahami tantangan dakwah yang berkembang di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum II Dewan Da'wah Pusat, Dr. Ahmad Misbahul Anam, mengapresiasi langkah Yayasan Nasehat dan Taujih dalam menyelenggarakan pelatihan dai berskala internasional.
Ia menilai keberadaan lembaga-lembaga dakwah yang konsisten membangun kapasitas dai merupakan bagian penting dari ekosistem gerakan dakwah. “Yayasan ini laksana oase di tengah aktivitas dakwah yang sangat variatif. Pilihannya menjadi bagian dari penghalang kemungkaran yang menyebar bagai debu berterbangan. Selamat melakukan karya amal lapangan yang bermanfaat,” ungkapnya.
Menurut Dr. Misbahul Anam, dakwah memerlukan kerja bersama. Kompleksitas tantangan umat, baik di tingkat nasional maupun global, tidak mungkin dijawab oleh satu lembaga secara sendirian. Karena itu, kolaborasi antarlembaga Islam, termasuk melalui penguatan kapasitas dai, menjadi langkah strategis untuk memastikan gerakan dakwah memiliki sumber daya manusia yang tangguh sekaligus mampu menjawab keperluan umat.
“Pelatihan yang mempertemukan para dai dari berbagai negara memiliki nilai strategis. Bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga membangun komunikasi, memperluas wawasan dan memperkuat jejaring kerja sama dakwah internasional,” ujarnya.
Momentum pembukaan pelatihan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Yayasan Nasehat dan Taujih. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam bidang dakwah, pembinaan dan pengembangan sumber daya dai, serta berbagai program strategis lainnya yang memberikan manfaat bagi umat.
Bagi Dewan Dakwah, kerja sama ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem dakwah yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi kelembagaan diharapkan mampu melahirkan program yang lebih terukur, berkelanjutan, dan memiliki dampak yang lebih luas.
Lebih jauh, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen kerja sama. MoU menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program nyata, mulai dari pembinaan dai, pengembangan kapasitas kader dakwah, pertukaran wawasan, hingga penguatan jaringan dakwah lintas negara.
Dengan demikian, kerja sama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Yayasan Nasehat dan Taujih diharapkan mampu memperluas kontribusi dakwah, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam percaturan dakwah internasional.
Pelatihan Da'i Skala Internasional selanjutnya akan berlangsung selama tiga bulan dengan berbagai materi pembinaan dan penguatan kompetensi yang disampaikan oleh para ulama, asatidz, dan praktisi dakwah.
Bagi Dewan Dakwah, penguatan kapasitas dai merupakan investasi strategis bagi masa depan dakwah. Sebab, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan tantangan umat yang semakin kompleks, dakwah memerlukan kader yang berilmu, berintegritas, adaptif, dan siap bekerja melampaui batas-batas geografis.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.