Ubah Lahan Wakaf Menjadi Kebun Produktif, Dai Dewan Dakwah Kembangkan Pertanian Herbal di Ciawi
Bogor, dewandakwah.or.id — Optimalisasi aset umat melalui instrumen wakaf produktif kian menunjukkan dampak nyata. Hal ini terlihat dari pengelolaan lahan wakaf Dewan Dakwah di Jalan Banjarsari, Tapos, Ciawi, Kabupaten Bogor, yang kini dimanfaatkan untuk budidaya tanaman herbal dan hortikultura.
Bogor, dewandakwah.or.id — Optimalisasi aset umat melalui instrumen wakaf produktif kian menunjukkan dampak nyata. Hal ini terlihat dari pengelolaan lahan wakaf Dewan Dakwah di Jalan Banjarsari, Tapos, Ciawi, Kabupaten Bogor, yang kini dimanfaatkan untuk budidaya tanaman herbal dan hortikultura.
Program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian berhasil mengubah lahan tidur menjadi episentrum produksi herbal dan pembibitan yang bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat sekitar.
Lahan yang sebelumnya kurang optimal tersebut kini bertransformasi tumbuh menjadi perkebunan sereh, stroberi, dan markisa. Dengan memanfaatkan kondisi iklim pegunungan Ciawi serta perawatan yang tepat, lahan wakaf ini dikembangkan menjadi area pertanian produktif yang memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan program dakwah.
Salah satu komoditas yang telah menghasilkan adalah sereh. Dalam setiap siklus panen, kebun tersebut mampu menghasilkan sekitar 60–70 kilogram sereh. Dengan harga jual sekitar Rp7.000 per kilogram, hasil panen itu memberikan pemasukan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional dakwah dan pemeliharaan aset wakaf.
Pengelolaan kebun ini menjadi bukti bahwa aset wakaf dapat memberikan manfaat berkelanjutan apabila dikelola secara produktif, terencana, dan amanah. Hasilnya tidak hanya dilihat dari nilai ekonomi, tetapi juga dari upaya menjaga aset umat agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di balik pengembangan kebun tersebut, terdapat peran Abdul Rohman, dai muda alumni Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir. Ia terlibat langsung dalam pengelolaan pertanian, mulai dari budidaya hingga pengembangan komoditas yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi lahan wakaf.
Langkah Abdul Rohman menunjukkan bahwa medan dakwah tidak terbatas pada aktivitas ceramah di mimbar. Dakwah juga dapat diwujudkan melalui kerja nyata, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kemandirian ekonomi umat.
Melalui pertanian, seorang dai tidak hanya menyampaikan pesan tentang kerja keras, amanah, dan kemandirian, tetapi juga berupaya menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan lahan wakaf menjadi salah satu ruang pengabdian yang mempertemukan aktivitas dakwah dengan kegiatan ekonomi produktif.
Pengembangan sereh, stroberi, dan markisa juga membuka peluang bagi diversifikasi hasil pertanian. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kebun ini berpotensi terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis aset wakaf.
Ketua Badan Wakaf Dewan Dakwah, H. Tjaturadi Walujo, ME. menyampaikan, bahwa proses pemanfaatan ini bisa menjadi cetak biru (blue print) bagi pemanfaatan aset wakaf di Indonesia.
"Pengelolaan aset wakaf secara amanah dan produktif ini diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan lahan wakaf Dewan Dakwah di Indonesia," tuturnya
Pengembangan pertanian di Ciawi turut mencerminkan pentingnya sinergi antar unit di lingkungan Dewan Dakwah. Badan Wakaf Dewan Da’wah, LAZNAS Dewan Da’wah, dan Bidang Penempatan dan Pembinaan Da’i memiliki peran strategis dalam mendorong pemanfaatan aset wakaf agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengelolaan aset, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan dai dalam satu ekosistem dakwah yang saling mendukung.
Pengelolaan wakaf secara produktif diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan aset wakaf lainnya di berbagai daerah. Dengan perencanaan yang matang, pendampingan yang tepat, dan pengelolaan yang amanah, tanah wakaf berpeluang menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.