Wisuda Ke-VII ADI Maliki Prabumulih: Siapkan Du’at Rabbani Dalam Menghadapi Ghazwul Fikri Kontemporer
Prabumulih, dewandakwah.or.id – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Maliki Prabumulih kembali melahirkan kader-kader dakwah. Sebanyak delapan alumni resmi diwisuda dalam Wisuda Ke-VII ADI Maliki yang digelar di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Sabtu (1/8/2026).
Prabumulih, dewandakwah.or.id – Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Maliki Prabumulih kembali melahirkan kader-kader dakwah. Sebanyak delapan alumni resmi diwisuda dalam Wisuda Ke-VII ADI Maliki yang digelar di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Sabtu (1/8/2026).
Mengangkat tema “Menjadi Du’at Rabbani dan Penguatan Aqidah dalam Menghadapi Ghazwul Fikri Kontemporer”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para wisudawan untuk melanjutkan perjuangan dakwah di tengah masyarakat.
Direktur ADI Maliki Prabumulih, Drs. Juhartono, mengatakan ADI Maliki telah berdiri selama tujuh tahun dan konsisten mencetak dai yang siap mengabdi kepada masyarakat. Pada tahun ini, delapan alumni kembali dilepas untuk melanjutkan pendidikan, pengabdian, dan dakwah di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, para alumni ADI Maliki telah mengabdi di berbagai tempat dan terus berdakwah kepada umat. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Juhartono menjelaskan, seluruh mahasiswa ADI Maliki dapat menempuh pendidikan secara gratis. Hal tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para donatur dan muzaki yang selama ini menjadi tulang punggung keberlangsungan lembaga pendidikan dakwah tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih, para donatur, muzaki, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada ADI Maliki sehingga dapat terus melahirkan alumni setiap tahun.
“Perjalanan selama tujuh tahun ini penuh perjuangan dan pengabdian. Kami mohon doa dan dukungan agar ADI Maliki terus dipermudah jalannya. Jika ada bantuan dari pemerintah tentu menjadi berkah bagi kami. Insyaallah dakwah akan terus berjalan dan ADI Maliki akan terus menebarkan ilmu,” katanya.
Ketua Dewan Dakwah Prabumulih, H. Wasito, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah mendukung keberadaan ADI Maliki hingga saat ini.
Menurutnya, ADI Maliki merupakan salah satu program pendidikan yang dijalankan Dewan Dakwah untuk mencetak kader-kader dai yang siap terjun dan berdakwah di tengah masyarakat.
“Dewan Dakwah memiliki program dakwah yang telah menyebar di Kota Prabumulih, termasuk pembinaan di sejumlah desa seperti Payuputat, Pangkul, Tanjung Menang, dan beberapa desa lainnya. Semua itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan dakwah yang mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., menyampaikan apresiasi kepada ADI Maliki dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan syiar Islam di Kota Prabumulih.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan serta berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di ADI Maliki dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat kepada para wisudawan. Jagalah nama baik ADI Maliki, teruslah berdakwah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Prabumulih maupun di mana pun nantinya bertugas,” pesannya.
Franky juga mengapresiasi peran para donatur yang selama ini menjadi salah satu penopang keberlangsungan ADI Maliki. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan dakwah tersebut tidak terlepas dari kepedulian masyarakat yang terus memberikan dukungan.
Orasi ilmiah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh KH. Teten Romly Qomaruddin, MA, Ketua Pusat Kajian dan Ghazwul Fikri Dewan Dakwah Pusat.
Dalam orasinya yang mengangkat tema “Menjadi Du’at Rabbani dan Penguatan Aqidah dalam Menghadapi Ghazwul Fikri Kontemporer”, KH. Teten menjelaskan sejumlah karakteristik yang harus dimiliki seorang dai rabbani.
Menurutnya, dai rabbani harus memiliki lima karakter utama, yaitu ‘Alim (berilmu), Faqih (memahami fikih realitas), Halim (santun), Hakim (bijaksana), dan Taqwa (senantiasa menjaga diri).
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat dua jalur dakwah yang perlu ditempuh oleh seorang dai rabbani, yakni binaa-an dan difaa-an.
“Dua jalur dakwah yang harus ditempuh Da'i Rabbani, yaitu Binaa-an dan Difaa-an. Adapun Binaa-an; melakukan tasfiyah, bersihkan dengan tauhid dan tarbiyah, bekali dengan ilmu. Sedangkan Difaa-an, tangkal dan kawal umat dari penyimpangan dan penodaan agama,” jelasnya.
KH. Teten kemudian memaparkan sejumlah sebab penyimpangan akidah yang perlu diwaspadai, di antaranya talbisul haq bil bathil, yakni mencampurkan kebenaran dengan kebatilan; taqdimul ‘aqli ‘alal wahyu, mendahulukan akal daripada wahyu Ilahi; ghuluw, berlebih-lebihan dalam agama; ittiba’ul hawa, mengikuti hawa nafsu; serta muwalatul kafirin, memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir.
Menurutnya, umat Islam juga perlu memahami empat arus utama ghazwul fikri atau perang pemikiran, yaitu tasykik (menanamkan keraguan), tasywiyah (mendistorsi kebenaran), tadzwib (penetrasi budaya), dan taghrib (pembaratan).
“Maka kita perlu memahami empat arus Ghazwul Fikri, yaitu Tasykik (menanamkan keraguan), Tasywiyah (distorsi kebenaran), Tadzwib (penetrasi budaya) dan Taghrib (pembaratan),” imbuhnya.
Di akhir orasinya, KH. Teten menyampaikan lima rekomendasi praktis yang perlu dilakukan oleh para dai rabbani dalam menghadapi arus ghazwul fikri.
“Maka ada lima langkah praktis yang harus dilakukan oleh Da'i Rabbani, di antaranya: Ashalatul Islam (kembali ke pokok ajaran Islam dalam pembaharuan), Islamiyatul Hayat (Islamisasi seluruh aspek kehidupan), Tafaquh Fiddin (mendalami agama), Ukhuwah dan Common Enemy (satukan barisan dan sepakati musuh bersama), Isti'anul Billah (memohon pertolongan Allah dalam perjuangan),” pungkasnya.
Rangkaian Wisuda Ke-VII ADI Maliki Prabumulih tersebut ditutup dengan penyerahan donasi oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan ADI Maliki dan Dewan Dakwah.
Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat ikhtiar ADI Maliki dalam melahirkan generasi dai yang berilmu, berakhlak, memiliki keteguhan akidah, serta siap mengabdi dan berdakwah di tengah umat.
Humas Dewan Dakwah
Editor: Abu Dzakir
Berita Terkait
Berita
Liputan Nasional Sepekan Pendidikan Dewan Dakwah (26 Oktober – 01 November 2026)
Jakarta, dewandakwah.or.id - Bidang Pendidikan Dewan Da’wah terus berkomitmen memperkuat pendidikan Islam dan kaderisasi da’i melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Pada 26 Oktober, Akademi Da’wah Indonesia (ADI) NTB melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sementara ADI Lampung menggelar halaqah Al-Qur’an rutin sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa.
Berita
Ketua Umum Dewan Dakwah Hadiri Silaturahmi Bersama Menteri Koperasi, Bahas Penguatan Ekonomi Umat dan Kondisi Nasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM., menghadiri pertemuan silaturahmi dan pengarahan (briefing) bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam nasional, Rabu (4/11/2026).
Berita
Dewan Dakwah Terima Kunjungan 30 Da'i Muda dari 6 Negara, Perkuat Sinergi dan Kaderisasi Dakwah Internasional
Jakarta, dewandakwah.or.id — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menerima kunjungan Syaikh Abdul Majid dari Yayasan Nasihat dan Taujih bersama 30 dai muda dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan penguatan kompetensi dai yang tengah berlangsung selama tiga bulan.